Prospeknya Sekemilau Cahayanya

Batu Obsidian

Batu Obsidian JugaObsidiansangat menarik dan unik dari segi warna dan tekstur. Bila dibentuk menjadi berbagai produk yang dibutuhkan atau yang memiliki nilai seni, batu yang berasal darilava yang membeku atau mengeras karena proses natural ini akan memiliki nilai jual yang tinggi

 e-preneur.co. Indonesia merupakan negara yang memiliki gunung berapi terbanyak di dunia. Tercatat, Nusantara ini memiliki lebih dari 140 gunung berapi di mana 129–130 di antaranya masih aktif. Pengertian aktif di sini berarti bahwa gunung-gunung berapi tersebut masih melakukan aktivitas letusan. Imbas dari letusan tersebut yaitu keluarnya berbagai material yang terkandung di dalamnya.

Pada satu sisi, letusan itu dapat menyebabkan kerusakan yang maha dahsyat terhadap lingkungan di sekitarnya. Tapi, pada satu sisi yang lain, gejala alam yang menakutkan itu memberi banyak manfaat. Contoh, lapukan batuan gunung berapi dapat mendatangkan kesuburan bagi tanaman dan tanah. Sedangkan lava, melalui proses pendinginan alamiah yang berlangsung dalam rentang waktu yang relatif lama hingga akhirnya membeku, akan menjadi bebatuan yang cantik dan bernilai ekonomi tinggi.

Perhiasan Batu ObsidianBatu yang dimaksud yaitu obsidian. Batu yang memiliki warna-warni indah, seperti hijau, biru, cokelat, kuning, dan lain-lain ini sering dianggap kaca. “Ya. Ada beberapa kalangan yang mengira obsidian sebagai kaca. Padahal, obsidian berasal dari lava yang membeku atau mengeras, karena proses natural. Sementara kaca, dihasilkan melalui proses pemanasan dengan suhu tertentu sebagai salah satu hasil karya manusia,” jelas Yahya Abdul Habib Al-Khatiri, President Director PT Habbamas Bersama.

Obsidian, pria yang akrab disapa Habib ini melanjutkan, sangat menarik dan unik dari segi warna dan tekstur. Bila dibentuk menjadi berbagai produk yang dibutuhkan atau yang memiliki nilai seni, obsidian akan memiliki nilai jual yang tinggi. Bahkan, konon, bagi beberapa orang, batu ini juga mendatangkan energi positif yaitu menenangkan dan menyehatkan.

“Kami melihat adanya peluang bisnis dari batu ini. Di samping itu, kami juga merasa tertantang untuk membentuknya menjadi produk-produk yang bernilai seni tinggi. Meski, dibandingkan dengan batu-batuan lain, kehadiran obsidian sebagai bahan baku berbagai produk bisnis masih terbilang baru. Sehingga, perlu waktu relatif lama untuk memperkenalkannya kepada masyarakat,” katanya.

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!