Bermula dari K-Pop Menuju Usaha yang Top

Awake Apparel

Musik K-Pop yang menggejala di Indonesia beberapa tahun terakhir, ternyata berdampak manis bagi tiga sekawan ini. Sebab, ternyata, penggemar mereka yang kebanyakan remaja dan anak-anak muda bukan cuma meniru genre musiknya, melainkan juga aksesoris serta fashion yang mereka pakai

Awake Apparel melayani customize baik jumlah maupun desain yang diminta, dengan harga yang sangat kompetitif dibanding  perusahaan lain

 e-preneur.co. Hebohnya fenomena K-Pop (Korean Pop), memberi pemasukan hampir Rp35 trilyun ke negera asalnya, Korea Selatan.Imbasnya, kiblat musik pop yang selama ini didominasi Paman Sam dan negara-negara Barat lain agak bergeser ke kawasan Asia.Puncak pergeseran tersebut, ditunjukkan dengan mewabahnya Gangnam Style milik The Spy.

014FHSementara di dalam negeri, fenomena ini memunculkan ide bisnis bagi Faishal, Rully, dan Dilgan yang masih duduk di bangku kuliah. Inspirasi bisnis berbasis konveksi itu,muncul ketika Rully mengikuti salah satu komunitas pencinta K-Pop.

“Dalam sebuah gathering komunitas K-Pop di salah satu lokasi di Bandung, saya datang dengan seragam sekolah karena awam banget. Sementara yang lain, memakai atribut sweater dan jaket grup idola mereka,” kisah Rully.

Pada saat itu, ia melihat penjual yang menjajakan atribut sweater dan jaket yang menurutnya tidak layak jual. “Tapi, tetap saja banyak yang membeli dagangannya. Ternyata, minat pasar terhadap Korean Stylesangat tinggi. Bahkan, menurut analisa saya, para anggota komunitas dengan suka rela menyisihkan uang jajan mereka untuk membeli atribut yang dipakai para idola mereka,” tutur mahasiswa jurusan manajemen, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, ini.

Selanjutnya, dengan modal awal sekitar Rp15 juta, ketiganya membangun bisnis konveksi berkonsep customize. “Kami patungan dari hasil tabungan dan usaha sebelumnya. Modal tersebut untuk membiayai sewa tempat, serta pembelian dua mesin jahit dan satu mesin obras,” kata Faishal dan Dilgan, yang sama-sama kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung.

Menakjubkan, kalau boleh dibilang begitu, dalam tempo kurang dari setahun sejak pertama kali didirikan (25 Agustus 2012) analisa Rully terbukti. Kini, produk yang mereka hasilkan telah merambah hampir ke seluruh Indonesia, baik langsung maupun melalui reseller. “Sejauh ini, tercatat sebanyak 38 reseller di seluruh Indonesia telah bekerja sama dengan kami,” ucap mereka.

Untuk itu, Awake Apparel, begitu nama usaha mereka, setiap bulan membukukan omset rata-rata Rp40 juta. “Sehingga, kami bisa menambah beberapa mesin dan tenaga kerja untuk meningkatkan produksi, serta memiliki kantor produksi yang lebih luas di Perumahan Cipageran, Cimahi,” ungkap mereka.

Sementara berbicara tentang ide produk dan promosi,menurut mereka, sangat terbantu dengan adanya liputan maupun tayangan K-Popdi berbagai media massa. Imbasnya, Awake Apparel sering mendapat pesanan dari para resellerberupa produk yang sedang menjadi trending issueatau yang sedang dipakai boy bandKorea yang sedangshowdi Indonesia.

“Kami memang tidak memiliki merek atau brand. Karena, para reseller menghendaki brand mereka yang dicantumkan. Bisa jadi, aksesori yang sekarang banyak dipakai para remaja komunitas K-Pop dengan merek tertentu merupakan produksi kami,” ungkap mereka.

Kelezatan bisnis konveksi ini semakin mereka nikmati kala bermunculan boy band dan girl band di Indonesia, sebagai imbas mewabahnya genre musik Korea tersebut. Sehingga, permintaan bukan hanya model-model busana boy band Korea, melainkan juga merambah ke busana-busana yang dikenakan group band dari Indonesia yang sedang menjadi idola para remaja.

“Fluktuasi usaha berbanding lurus dengan promosi yang dilakukan oleh boy band dan girl band, baik yang berasal dari Korea maupun Indonesia. Kami merasakannya, ketika salah satu kelompok musik merilis album baru atau tur promo dan ditayangkan beritanya di berbagai media massa, maka akan ada permintaan yang cukup besar dari reseller maupun end user ke kami dengan memberikan input modelnya,” ungkap Rully.

Namun, apa sebenarnya keunggulan Awake Apparel?Ternyata, kesediaan untuk memproduksi tanpa batasan jumlah dan model. “Kami siap memproduksi pesanan khusus, walau cuma satu potong. Sebab, konsep kami yakni melayani customize baik jumlah maupun desain yang diminta, dengan harga yang sangat kompetitif dibanding  perusahaan lain. Perbedaan harga cukup signifikan dengan produk buatan perusahaan lainnya,” ujar mereka.

Dengan keberhasilan itu, mereka membuktikan bisnis berbasis konveksi merupakan pilihan yang tepat. Selanjutnya, mereka berupaya untuk melakukan diversifikasi produk.

Beberapa bulan terakhir, Awake Apparel melayani pembuatan seragam sekolah, jaket perusahaan, dan sebagainya. “Kami bertekad untuk mulai memperluas pasar dengan menerima permintaan produksi di luar komunitas K-Pop. Dan, sudah ada beberapa perusahaan yang mempercayai kami untuk memproduksi pesanan mereka. Misalnya, Jaket Pertamina Balongan, batik seragam Sekolah Dasar di Cimahi, dan lain-lain,” jelas mereka.

Saat ini, di samping akan tetap menjaga kualitas produksi dan layanan, Faishal, Rully dan Dilgan di tengah kesibukan menyelesaikan kuliah, menargetkan nantinya memiliki distribusi outlet (distro) sendiri. Sehingga, dapat melayani konsumen secara optimal.

Pengalaman adalah guru terbaik. Karena itu, belajar dari pengalaman, kini mereka tetap memasang asa optimis untuk terus mengembangkan usaha ini. “Awake Apparel, bagi kami, bermakna bahwa kami bertekad untuk bangun atau bangkit dari kesedihan atau lebih tepatnya keterpurukan. Hal ini, kami buktikan dengan memiliki penghasilan sendiri untuk membantu keluarga dan terutama membiayai kuliah sendiri. Kami pun bertekad untuk melanjutkan cita-cita menjadi wirausaha dengan modal pengalaman dan latar belakang akademis,” pungkas mereka, kompak.

FacebooktwittermailFacebooktwittermail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!