Gagal? Siapa Takut?

 

Banyak orang yang takut mengalami kegagalan. Padahal, kegagalan dan kesuksesan itu ibarat dua sisi koin yang sama. Jadi, berbaik sangkalah terhadap kegagalan

 

e-preneur.co. Pada dasarnya, kegagalan merupakan fenomena yang lazim dialami oleh semua orang. Tapi, tidak akan menjadi sesuatu yang berarti sebelum kita mengartikannya.

Jika kegagalan itu diartikan sebagai tenaga kuat yang mampu menghempaskan, maka jika kita mengibaratkan diri sebagai bola tenis atau bola basket, semakin kuat ia dibanting, justru semakin tinggi ia melenting. Berbeda, kondisinya bila kita mengibaratkan diri sebagai benda-benda yang terbuat dari kaca, ketika dihempaskan akan pecah berantakan alias kita akan gagal total.

Kegagalan juga merupakan proses alamiah agar orang-orang bisa lebih kuat dan lebih maju. Atas dasar itu, kita tidak perlu merasa takut dengan kegagalan. Mestinya, kita justru berbaik sangka terhadap kegagalan. Sebab, kegagalan selalu mengajarkan sesuatu terhadap kita. Sebaliknya, kesuksesan tidak pernah mengajarkan apa pun

Demikian pula, kegagalan dalam dunia bisnis. Pada awal menjalankan bisnis, kita tidak akan mungkin serta merta bisa berlari, sebelum terjatuh berkali-kali. Setidaknya, seperti itulah yang dialami oleh Samsudin Dakman sebelum berjodoh dengan MICKOT House of Jacket-nya, Filsa Budi Ambia sebelum menemukan Martabak Mini Mr. Bawor-nya, dan Deddy Satriawan sebelum mencetuskan Just for Kids-nya.

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!