REI Mandiri Property Expo 2018

e-preneur.co. Properti merupakan salah satu sektor industri yang masih terus menggeliat. Terutama, di kelas menengah yakni perumahan dengan harga berkisar Rp300 juta–Rp500 juta. Keyakinan itu disampaikan Paulus Totok Lusida, Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI), ketika membuka REI Mandiri Property Expo 2018. Gelaran yang berlangsung pada 17−25 November 2018 ini terbuka bagi masyarakat, tanpa biaya tiket masuk.

“Kebutuhan untuk memiliki tempat tinggal akan terus ada. Dan, kami akan terus berusaha memenuhi permintaan akan perumahan yang layak huni bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya, di Jakarta Convention Center yang menjadi tempat perhelatan.

Itu menjadi salah satu alasan yang mendorong REI dan Bank Mandiri menyelenggarakan REI Mandiri Property Expo 2018. Ditambah lagi, pemerintah juga mengeluarkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terutama, dalam pemilikan hunian yang layak.

Fasilitas tersebut sebagai bentuk upaya agar tercapainya program nasional pembangunan sejuta rumah, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. KPR FLPP memberi kesempatan kepada masyarakat yang berpenghasilan Rp2,5 juta–Rp4 juta untuk memiliki hunian yang layak.

 

Peluncuran Buku Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara

e-preneur.co. Dilatarbelakangi oleh keprihatinan tehadap perkembangan masyarakat saat ini, yang terdistorsi oleh isu-isu SARA dan juga perkembangan teknologi informasi yang mengedepankan budaya-budaya di luar Indonesia, yang menyebabkan anak-anak tidak lagi mengenal Budaya Nusantara, selaku Ketua Pembina YKB (Yayasan Kemala Bhayangkari) saat ini, Tri Tito Karnavian mempunyai gagasan untuk turut melestarikan Kebudayaan Indonesia, khususnya busana tradisonal.

Gagasan ini, kemudian direalisasikan dalam bentuk buku oleh anggota YKB sebagai tim penyusun buku. Terbitnya buku dengan judul “Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara”, yang berbicara tentang busana dari 34 provinsi di Tanah Air ini merupakan salah satu wujud nyata karya YKB yang tahun ini memasuki usia 39 tahun.

“Menanamkan rasa cinta Tanah Air itu, sedianya dengan cara yang menyejukkan hati. Seperti, yang dilakukan oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dalam melibatkan anak-anak untuk menjadi model, di dalam buku yang berjudul Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara ini. Saat proses pemotretan, anak-anak melakukannya dengan hati riang dalam suasana bermain, sambil belajar tentang asal-usul busana, cara memakai, hingga kegunaannya. Dengan cara ini, anak-anak belajar tanpa rasa beban,” ujar Tri Tito Karnavian.

Peresmian buku setebal 278 halaman ini diselenggarakan di Balai Pertemuan Polda Metro, Jakarta, pada 30 November 2018. Dibuka dengan sesi diskusi buku dengan narasumber Tri Tito Karnavian, psikolog A. Ratih Andjayani Ibrahim, dan Didiet Maulana selaku perancang busana sekaligus Founder of Ikat Indonesia. Sementara adik-adik dari Elfa’s Choir, mengiringi penutupan acara dengan penampilan terbaik mereka menyanyikan lagu-lagu daerah Tanah Air.

 

Penghargaan Bagi Bassura City di Pengukuhan Tim Pora

 

e-preneur.co. Bassura City menjadi apartemen pertama yang menerima piagam penghargaan dari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, atas dukungan dalam melakukan operasi gabungan sebanyak tiga kali. Operasi yang dilakukan bersama antara pengelola Bassura City dan otoritas imigrasi Jakarta Timur ini, memeriksa para Warga Negara Asing yang tinggal di apartemen Bassura City.

“Sebagai apartemen pertama dan sampai saat ini satu-satunya di Jakarta Timur yang mendapat penghargaan ini, tentunya kami bangga. Ini merupakan apresiasi terhadap sikap kooperatif kami terhadap operasi gabungan,” tutur Esther Rinelda, General Manager Bassura City, saat mewakili pengelola Bassura City menerima piagam penghargaan pada 27 November 2018 di Ruang Serbaguna Dorsata 2, Hotel Best Western Premier The Hive, Jakarta.

Piagam penghargaan ini, diberikan di tengah berlangsungnya pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) tingkat kecamatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Dibentuknya Tim Pora, bertujuan meningkatkan pengawasan keimigrasian yang terkoordinasi terhadap orang asing hingga lingkup yang lebih kecil.

 

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!