Teh Untuk Atasi Diabetes

Mulberry Tea

 

Teh bukan hanya bisa dibuat dari Daun Teh, melainkan juga dari dedaunan lain, seperti Daun Jati Cina, Daun Jati Belanda, Daun Salam, dan lain-lain. Bahkan, juga dari Daun Mulberry

 

Mulberry Tea berkhasiat bagi para penderita diabetes dan aman bagi mereka yang tidak memiliki masalah dengan gula darah

 

e-preneur.co. Selama ini, kita telah mengetahui jika Daun Mulberry atau murbei merupakan pakan Ulat Sutra yang dibudidayakan. Sementara pembudidayaan Ulat Sutra itu sendiri, hanya memakan waktu 30–32 hari. Sesudahnya, beristirahat terlebih dulu untuk beberapa waktu, guna penyegaran.

Namun, tidak demikian halnya dengan tanaman bernama Latin: morus alba ini. Ia akan terus tumbuh hingga mencapai ketinggian 5−9 meter, sekaligus mengeluarkan daun-daunnya yang rimbun. Apalagi, tanaman ini secara alamiah juga cepat dan gampang bertunas. Terutama, bila ia ditanam di daerah dengan curah hujan tinggi seperti Bogor.

Sejauh ini, yang dilakukan para peternak Ulat Sutra hanya memangkasnya agar bisa selalu memperoleh daunnya yang masih muda. Maklum, bayi-bayi Ulat Sutra hanya mampu memakan daun-daun yang masih lembut atau pucuk daun. Sedangkan Ulat Sutra dewasa, memakan Dedaunan Murbei pada layer 3–5.

Tapi, sekali pun pemangkasan dilakukan secara teratur, sementara pembudidayaan sedang ngaso, daun-daun itu terus tumbuh tanpa ada yang memanfaatkan. Lalu, lama-kelamaan ia akan layu, mengering, dan gugur.

Prihatin dengan kemubaziran ini, sekitar tahun 2003–2004, Clara M. Kusharto bersama tim dan para mahasiswanya meneliti daun-daun tanaman yang mayoritas spesiesnya berasal dari Asia ini. Hasilnya, diketahui bahwa Daun Mulberry memiliki zat bioaktif yaitu DNJ (1-Deoxynojirimycin) yang mampu menghambat masuknya glukosa ke dalam darah. Atau, dengan kata lain, berkhasiat menurunkan dan menormalkan kadar gula darah.

Selanjutnya, berdasarkan penelitian ini dan untuk memudahkan mengonsumsinya, daun-daun ini pun diolah menjadi teh sekitar tahun 2007–2008. “Namun, prosesnya dilayukan, dikeringkan, dan digiling hingga menjadi serbuk. Karena itu, Mulberry Tea berwarna hijau, cenderung mirip green tea. Hal ini, tentu berbeda dengan black tea yang proses pembuatannya difermentasi,” jelas mantan Peneliti dan Kordinator Teaching Farm Sutra Alam (TFSA), Institut Pertanian Bogor (IPB), ini.

Selain itu, ia melanjutkan, Mulberry Tea juga tidak pahit. Sehingga, untuk mengonsumsinya tidak perlu ditambahi gula. Sementara bagi mereka yang tidak memiliki masalah dengan gula darah, teh yang kadar kafeinnya 200 kali lipat lebih kecil ketimbang teh pada umumnya ini, tetap bisa dikonsumsi dan hanya berfungsi sebagai minuman kesehatan.

Kemudian, Mulberry Tea yang diproduksi Departemen Gizi Masyarakat IPB bekerja sama dengan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Gambung, Bandung, ini dikemas dalam dua kemasan yang masing-masing berukuran 50 gr. Satu kemasan dijual langsung oleh Departemen Gizi masyarakat IPB dan satu kemasan yang lain dijual melalui Botani Square.

“Tapi, kami belum berproduksi secara rutin. Semuanya, tergantung pada ketersediaan produk dan bahan baku,” ujar mantan Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB ini.

Ketersediaan bahan baku, ia menambahkan, berkaitan dengan produksi Mulberry Tea ini pada awalnya yakni untuk membuka usaha sampingan bagi para peternak Ulat Sutra ketika sedang beristirahat, sekaligus memberi penghasilan tambahan bagi mereka. Hal ini dilakukan, karena adanya kelebihan daun yang tidak dimanfaatkan.

Di sisi lain, usaha Ulat Sutra jika cuma mengandalkan kokon/kepompongnya memang kurang menguntungkan. “Harga kokon itu kan tidak pernah mengalami kenaikan. Setidaknya, sejak AS$1 = Rp1.000,- hingga AS$1 = Rp8.500,-,” ungkap doktor si bidang human nutrition dari University of The Philippines (UP-Diliman), Filipina, ini.

Meski begitu, ia melanjutkan, ketersediaan bahan baku selalu terjamin. Mengingat, TFSA yang pada awalnya hanya seluas 2 ha, kini telah diperluas menjadi lebih dari 8 ha dan dibagi menjadi empat blok.

Sehingga, pemanenan Daun-daun Mulberry dapat dilakukan secara terus-menerus dari satu blok ke blok lainnya dan tidak perlu berebut dengan predator-nya. Sekadar informasi, Mulberry Tea dibuat dari Dedaunan Mulberry dari pucuk hingga layer ketiga.

“Kalau pun masih ada masalah yaitu pada pemasarannya. Lantaran, Mulberry Tea dengan klaim sebagai teh untuk penderita diabetes otomatis hanya akan dilirik oleh kalangan menengah ke atas, yang notabene peduli kesehatan. Sehingga, harga yang terbilang mahal tidak menjadi masalah. Sedangkan masyarakat menengah ke bawah belum tertarik, karena belum care,” kata kelahiran Jakarta, 19 Juli 1951 ini.

Sampai sejauh ini, salah satu produk unggulan minuman kesehatan ini baru merambah Bogor dan sekitarnya, serta Bali. Mempertahankan kesehatan memang mahal, tapi jatuh sakit jauh lebih mahal, bukan?

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!