Nikmatnya Usaha Konveksi Berbasis Customize

Awake Apparel

 

Hebohnya fenomena K-Pop berdampak manis pada banyak pihak. Termasuk, Faishal, Rully, dan Dilgan yang kemudian membangun konveksi, untuk melayani penggemar mereka yang suka memakai fashion yang dipakai idola mereka. Imbasnya, permintaan terus mengalir dan usaha mereka pun berkembang

 

e-preneur.co. Fenomena K-Pop (Korean Pop) yang memberi pemasukan puluhan triyun rupiah ke negera asalnya, Korea Selatan, bukan hanya menghebohkan dunia musik pop yang selama ini didominasi negara-negara Barat, melainkan juga negara-negara Asia yang lain. Termasuk, Indonesia.

Namun, imbas yang muncul pada Rully berbeda. Ia justru terinspirasi untuk membangun usaha berbasis konveksi, ketika mengikuti salah satu komunitas pencinta K-Pop. Untuk mewujudkannya, Rully dibantu Faishal dan Dilgan.

“Dalam sebuah gathering komunitas K-Pop di salah satu lokasi di Bandung, saya datang dengan seragam sekolah. Sementara yang lain, memakai atribut sweater dan jaket grup idola mereka,” kisah Rully.

Saat itu, ia melihat penjual yang menjajakan atribut sweater dan jaket, yang menurutnya, tidak layak jual. “Tapi, tetap saja banyak yang membeli dagangannya,” tuturnya.

Ternyata, ia melanjutkan, minat pasar terhadap Korean Style sangat tinggi. “Bahkan, menurut analisa saya, para anggota komunitas dengan suka rela menyisihkan uang jajan mereka, untuk membeli atribut yang dipakai para idola mereka,” tambahnya.

Selanjutnya, dengan modal awal sekitar Rp15 juta, ketiganya yang saat itu masih berstatus mahasiswa membangun konveksi berkonsep customize. “Kami patungan dari hasil tabungan dan usaha sebelumnya untuk membiayai sewa tempat, serta pembelian dua mesin jahit dan satu mesin obras,” cerita Faishal dan Dilgan.

Kurang dari setahun sejak pertama kali didirikan (25 Agustus 2012), analisa Rully terbukti. Bahkan, dalam perjalanannya, produk yang mereka hasilkan merambah hampir ke seluruh Indonesia, baik langsung maupun melalui reseller.

Siap memproduksi, walau cuma satu potong

“Kami mempunyai sekitar 38 reseller di seluruh Indonesia,” ucap mereka. Imbasnya, Awake Apparel, begitu nama usaha mereka, bisa menambah beberapa mesin dan tenaga kerja untuk meningkatkan produksi, serta memiliki kantor produksi yang lebih luas di Perumahan Cipageran, Cimahi.

Awake Apparel juga sering mendapat pesanan dari para reseller, berupa produk yang sedang menjadi trending issue atau dipakai boy band Korea yang sedang show di Indonesia. “Kami memang tidak memiliki merek atau brand. Karena, para reseller menghendaki brand mereka yang dicantumkan,” ungkap mereka.

Kelezatan usaha konveksi ini semakin mereka nikmati, kala bermunculan boy band dan girl band di Indonesia. Sehingga, permintaan bukan hanya model-model busana boy band Korea, melainkan juga merambah ke busana-busana yang dikenakan group band dari Indonesia yang sedang menjadi idola para remaja.

“Fluktuasi usaha berbanding lurus dengan promosi yang dilakukan oleh boy band dan girl band, baik yang berasal dari Korea maupun Indonesia. Kami merasakannya, ketika salah satu kelompok musik merilis album baru atau tur promo dan ditayangkan beritanya di berbagai media massa, maka akan ada permintaan yang cukup besar dari reseller maupun end user,” ungkap Rully.

Namun, sebenarnya keunggulan Awake Apparel bukan cuma itu, melainkan juga kesediaan untuk memproduksi tanpa batasan jumlah dan model. “Kami siap memproduksi pesanan khusus, walau cuma satu potong. Sebab, konsep kami yakni melayani customize baik jumlah maupun desain, dengan harga yang sangat kompetitif dibanding perusahaan lain,” ujar mereka.

Dengan keberhasilan itu, selanjutnya mereka melakukan diversifikasi produk dengan melayani pembuatan seragam sekolah, jaket perusahaan, dan sebagainya. “Sudah ada beberapa perusahaan yang mempercayai kami untuk memproduksi pesanan mereka. Misalnya, Jaket Pertamina Balongan, batik seragam Sekolah Dasar di Cimahi, dan lain-lain,” pungkas mereka, yang ke depannya berencana memiliki distribusi outlet (distro). Sehingga, dapat melayani konsumen secara optimal.

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!