Melebarkan Sayap dengan Menjalin Kerja Sama dengan EO dan WO

Sour Sally Catering

 

Seiring dengan pola pikir orang-orang zaman sekarang yang ingin serba praktis, kehadiran katering untuk berbagai cara memang sangat dibutuhkan. Dan, Sour Sally Catering pun tidak mau ketinggalan. Namun, bila ingin semakin melebarkan sayap, bisnis katering tidak dapat “berjalan” sendiri. Karena itu, Sour Sally Catering menjalin kerja sama dengan berbagai EO dan WO

 

e-preneur.co. Katering merupakan salah satu yang paling utama atau harus ada dalam pesta pernikahan. Dulu, katering disediakan oleh keluarga pengantin dengan dibantu para kerabat dan tetangga. Kini, dengan alasan kepraktisan, urusan katering diserahkan ke pihak luar.

Para pelaku usaha yang menganggap ini peluang, menangkapnya dengan manis. Namun, bukan hanya mereka yang bergerak dalam bisnis katering, para pemain yang bergerak di bidang makanan dan minuman juga tidak mau kalah. Sebut saja salah satunya yaitu Sour Sally, jaringan outlet yang bergerak di bidang frozen yogurt (froyo).

Wedding party merupakan pasar yang potensial. Mengingat, dalam setahun, di Jakarta saja, ada banyak sekali pesta pernikahan. Jadi, harap maklum, jika Sour Sally ikut mendekatkan diri pada event ini,” kata Bambang Sugeng Haryadi, General Manager Operational PT Berjaya Sally Ceria (Sour Sally).

Di sisi lain, masyarakat juga ingin menikmati froyo di mana pun dan dalam suasana bahagia. “Karena itulah, Sour Sally menjawab keinginan masyarakat dengan ‘hadir’ dalam wedding party,” ujarnya.

Sementara produk yang dibawa, kualitasnya sama persis dengan yang ada di outlet. Demikian pula, dengan citarasanya. “Imbasnya, pesta pun menjadi semakin lengkap dengan adanya dessert dari Sour Sally,” lanjut pria, yang juga menjabat Franchise Division Head ini.

Dengan demikian, di sini ada simbiosis mutualisme. Di satu sisi, Sour Sally melihat adanya potensi pasar dalam wedding party. Di sisi lain, yang empunya hajat membutuhkan kehadiran Sour Sally untuk lebih meningkatkan image dan prestise. Mengingat, harga Sour Sally yang premium.

Kehadirannya selalu dibutuhkan

Sour Sally yang terjun ke bisnis katering pada tahun 2010, menyasar konsumen dari kalangan menengah ke atas. Mengingat, harga per cup-nya (small) Rp20an ribu.

“Biasanya, kami menerima permintaan pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu). Dalam satu hari, kadangkala kami melayani permintaan di dua tempat yang berbeda. Misalnya, memenuhi permintan wedding party di Jakarta dan Bandung. Dengan demikian, dalam sebulan, kami menerima 16–20 permintaan dengan kapasitas permintaan hingga 2.000 cup,” ucapnya.

Karena itu, omset yang diperoleh Sour Sally dalam satu event saja bisa sama dengan omset yang diperoleh satu outlet Sour Sally dalam sebulan. Sebab, jika wedding party itu mengundang 1.000 tamu saja, maka Sour Sally harus menyediakan 1.000 cup dengan harga (misalnya) Rp23 ribu/cup. Sehingga, omset yang diperoleh Rp23 juta plus PPN dan service charge. Sementara, biaya produksinya kecil.

Dengan demikian, sudah bisa ditebak bila bagi Sour Sally, wedding party merupakan pasar yang prospektif. “Seiring dengan mindset orang-orang zaman sekarang yang ingin serba praktis, kehadiran katering pada umumnya memang dibutuhkan,” kata sarjana ekonomi dari Universitas Proklamasi, Yogyakarta, ini.

Meski begitu, Sour Sally tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus menjalin kerja sama dengan beberapa EO (Event Organizer) dan WO (Wedding Organizer). Tercatat, Sour Sally yang bisa melayani permintaan katering di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, serta Bandung, Surabaya, dan Bali ini menjalin kerja sama dengan 18 WO.

Namun, Sour Sally yang berkantor pusat di Rukan Artha Gading, Jakarta Utara, ini tidak cuma berkutat di wedding party. “Katering itu sangat luas. Wedding party hanya sekian persen dari pasar katering. Kami tidak mau hanya bermain di Sabtu dan Minggu, kami juga mengisi hari-hari lain,” jelasnya.

Untuk itu, Sour Sally pun merambah launching produk, ulang tahun, pesta perayaan, acara-acara yang dilakukan instansi pemerintah, pesta-pesta di kalangan pejabat, dan event-event pesta lainnya. “Kami juga masuk ke hotel-hotel. Kalau biasanya dalam coffee break disediakan kopi dan teh, maka selanjutnya kopi dan froyo. Singkat kata, jika Anda membuat acara yang bergengsi, jangan segan menggunakan Sour Sally!” pungkasnya.

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!