1.000 Mangkok/Hari Selalu Tandas

Bubur Jagung

(Aceh Jezz Bubur)

 

Salah satu sifat dasar manusia yakni penasaran dengan sesuatu yang unik. Mengacu pada pemikiran tersebut, Chaidil menciptakan Bubur Jagung yang kemudian mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Hingga, seringkali konsumen tidak kebagian satu mangkok pun, meski kedai yang membuat1.000 mangkok/hari itu belum tutup

 

e-preneur.co. Pada mulanya, hanya menjajakan bubur yang lazim dijumpai, seperti Bubur Sumsum, Bubur Kacang Hijau, dan Bubur Ketan Hitam. Tapi, ternyata, masyarakat kurang antusias. Lalu, melalui internet, Teuku Chaidil mulai mencari resep bubur lain yang unik dan digemari.

Ketemulah resep Bubur Jagung. Tapi, resep itu, menurutnya, kurang nikmat. Karena itu, sebelum “dipublikasikan”, pria yang akrab disapa Chaidil ini merombak rasanya hingga cukup dapat diterima lidah pada umumnya.

“Jadi, kalau ditanya dari mana asal muasal Bubur Jagung itu, saya tidak tahu. Yang pasti, Bubur Jagung yang saya jual sudah hasil modifikasi saya sendiri,” kata Chaidil, yang sampai sekarang terus “merapikan” rasa Bubur Jagung tersebut hingga benar-benar sempurna di lidah para pembelinya.

Ternyata, kali ini masyarakat menerimanya dengan antusias. Imbasnya, usaha kedai Bubur Jagung yang dinamai Aceh Jezz Bubur itu dengan cepat menanjak dan turut meramaikan dunia kuliner Depok yang sudah padat aneka jajanan.

Padahal, menurutnya, konsep yang diusung Aceh Jezz Bubur sederhana saja. “Pada dasarnya, orang-orang penasaran dengan sesuatu yang unik. Berawal dari pemikiran tersebut, saya menciptakan kedai Bubur Jagung ini,” ungkapnya.

Bubur Jagung ala Chaidil memiliki komposisi, antara lain Jagung Manis yang dipipil, lalu dimasak dengan santan, gula aren, Sagu Mutiara, dan susu. “Pencampuran santan dan susu menghasilkan rasa gurih yang saling melengkapi,” ujarnya.

Saat dicicipi, bubur ini terasa lembut dan cukup kental lantaran pengaruh Sagu Mutiaranya. Sementara Jagung Manis pipilnya, memberi aksen renyah ketika digigit. Pertanda, bila jagung ini benar-benar masih segar dan manis.

Keunikan itu yang membuatnya diterima oleh konsumen

Di samping Bubur Jagung, Aceh Jezz Bubur juga menyediakan Bubur Jali yang terbuat dari Biji Jali dan Bubur Ketan Saus Durian yang menggunakan Durian Montong. Bahkan, khusus untuk kedai pertamanya yang berlokasi di Aceh, Chaidil menyediakan bubur khas setempat yakni Bubur Kanji Rumbi dan Bubur Ie Bu Peudah.

Ya. Varian bubur yang ia jajakan memang berbeda di setiap kedai yang ia miliki, baik yang ada di Aceh, Depok, maupun Cibubur. Hal ini, ia lakukan agar masing-masing bubur sama-sama populernya, selain untuk menyesuaikan dengan selera penduduk setempat.

“Bubur khas Aceh belum tentu disukai di Jakarta. Begitu pula, Bubur Ketan Saus Durian yang belum tentu diminati di cabang Cibubur,” jelasnya.

Keunikan lain yang dapat dijumpai di sini yaitu Aceh Jezz Bubur tidak menyediakan layanan makan di tempat (dine in), melainkan hanya sistem take away atau bawa pulang. Hal ini Chaidil berlakukan, lantaran ia melandasi konsep bisnisnya dengan Syariat Islam.

“Di kedai bubur saya, tidak ada meja dan kursi untuk makan. Supaya, tidak ada pembeli yang duduk berdekatan saat makan dan saya juga tidak menanggung dosanya,” tegasnya. Selain itu, para karyawannya memakai seragam berupa baju koko dan kopiah.

Dengan keunikan-keunikan itu, tidak mengherankan kalau kedai bubur yang mengusung tagline “jangan beli nanti bisa ketagihan” ini kerap disambangi pembeli. Jadi, jangan kaget jika Anda akan kesulitan mendapatkan seporsi Bubur Jagung, meski kedai yang berlokasi di Jalan Margonda Raya, Pondok Cina, Depok, itu belum tutup (jam 23.00) dan setiap hari membuat1.000 porsi.

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!