Mendongkrak Omset dengan Online Marketing

Baby Doll (bajusantai.com)

Anak-anak merupakan target market yang paling empuk dalam dunia bisnis. Sebab, membuat pemasaran produk lebih mudah. Meski begitu, ternyata tidak terlalu mampu mendongkrak omset. Justru, konsep pemasaran by online lah yang mampu melakukannya. Setidaknya, itulah yang dialami Devi dengan bajusantai.com-nya. Hingga, produknya setiap bulan selalu diserap pasar

e-preneur.co. Siapa yang menyangka, jika hobi membeli baby doll untuk anak bisa berkembang menjadi bisnis? Setidaknya, seperti yang terjadi pada Wahyu Devi Ardianingrum.

Selanjutnya, Devi, sapaan akrabnya, mencari informasi lebih lanjut tentang baju santai tersebut melalui internet. Dan, ia mendapat informasi dari sebuah toko grosir di mana jika membeli dalam jumlah banyak, maka akan mendapat harga lebih murah.

Lalu, ia membeli dalam jumlah banyak, dengan pemikiran sebagian baby doll tersebut untuk anaknya dan sebagian yang lain dijual ke teman-teman kantornya. “Awalnya hanya membawa 10 pieces, ternyata langsung laku sembilan. Saya senang dan merasa ternyata saya mempunyai bakat berjualan,” kisah mantan PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Badan Pemeriksa Keuangan ini.

Saat itu, sedang booming BlackBerry (BB). Ia berpikir, daripada hanya digunakan untuk chatting, lebih baik untuk meng-upload foto-foto produknya. Dan, ternyata, teman-temannya menyukai foto-foto tersebut.

Akhirnya, ia membuat group yang member-nya makin lama makin banyak. Demikian pula, ketika ia melakukannya di facebook pada awal tahun 2012. Lantas, pada akhir tahun 2012, ia berinisiatif membuat website.

“Kebetulan, saya bergabung dalam sebuah komunitas bisnis. Oleh komunitas tersebut, saya dibuatkan website, fanpage facebook, akun twitter, dan sebagainya. Imbasnya, pelanggan saya semakin banyak,” tutur Ibu sepasang putra dan putri itu.

Namun, karena ingin usahanya semakin berkembang, ia membuat sistem keagenan. Dan, saat ini, ia telah mempunyai puluhan agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

bajusantai.com, begitu nama usahanya. Dibangun pada tahun 2012 atau setelah ia memutuskan pensiun dini. Menggunakan modal sebesar Rp2 juta, untuk membeli BB dan barang yang akan dijual atau dijadikan stok.

Produk-produk yang ditawarkan bajusantai.com berupa daster, piyama, baju untuk bermain, kaos santai yang bisa dipakai di rumah maupun untuk jalan-jalan, dan lain-lain. Sementara konsumen yang disasar khususnya anak-anak perempuan berumur 2‒12 tahun.

Untuk pembelian eceran, bajusantai.com mematok harga Rp80 ribu‒Rp100 ribu per piece. Tapi, pada umumnya, konsumen jarang yang hanya membeli satu piece. Minimal, tiga pieces.

Sedangkan untuk pembelian minimal tiga pieces, akan mendapat diskon. “Untuk pembelian pertama, minimal tiga pieces, konsumen akan mendapat diskon 30%. Pada pembelian kedua, meski cuma satu piece, tetap mendapat diskon 30%,” jelas Sarjana Akuntansi dari Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, ini.

Semakin banyak yang nge-like, semakin banyak pula penjualan

 Semua pembelian tersebut dilakukan by online. Diakuinya, online marketing sangat berpengaruh pada penjualan produknya. “Kenaikan omset saya lumayan. Hal itu, bisa dilihat dari banyaknya yang nge-like. Dalam arti, semakin banyak yang nge-like, semakin banyak pula penjualannya,” lanjut Devi Serenity, nama bekennya di dunia maya.

Dalam perkembangannya, bajusantai.com merambah produk couple untuk Ibu dan anak. “Mulanya, si Ibu tertarik dengan gambar-gambar lucu pada baby doll tersebut. Selanjutnya, merasa unik jika bisa kembaran dengan gadis kecilnya,” ungkapnya.

Imbasnya, 1.000‒1.500 pieces terjual dalam sebulan atau 100% terserap pasar. Sehingga, ia terpancing untuk membuat sendiri dengan merek sendiri ke depannya.

Namun, tidak berarti, usaha ini berjalan dengan mulus. “Saya sempat down, karena penjualan tidak bagus. Tapi, setelah merasa yakin, terutama setelah bergabung dengan komunitas bisnis menjadi bagus banget, semangat saya pun meningkat. Selain itu, saya bisa sharing dengan teman-teman bahwa ternyata bila segalanya dimulai dari tekad dan yakin, maka ke depannya akan berjalan dengan bagus,” pungkas kelahiran Semarang, 25 Desember 1980 ini.

Devi berbagi kiat:

  1. Jika belum mempunyai modal, berjualanlah by online dengan menggunakan BB, misalnya, dan rajinlah mengganti profile picture.
  2. Jika belum mampu menyetok barang, bisa dengan meminjam produk ke supplier. Sekadar untuk difoto untuk tes pasar disukai atau tidak. Jika disukai, baru produk dibeli.
  3. Bergabunglah dengan komunitas bisnis, untuk meningkatkan semangat dan sharing dengan teman-teman.
  4. Rajin belajar dari berbagai media.
  5. Jangan perang harga. Lebih baik memberi nilai tambah, baik untuk konsumen maupun agen.
Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!