Bertahan di Musim Hujan dan Kemarau

Rumput Gajah Mini

Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri? Coba cek, siapa tahu tetangga Anda menggunakan Rumput Gajah Mini. Karena, selain pertumbuhannya unik, rumput ini juga memiliki banyak kelebihan. Termasuk, hemat ongkos pemangkasan

e-preneur.co. Ada banyak jenis rumput yang dapat digunakan untuk menghiasi halaman depan atau belakang rumah. Di antaranya, Rumput Gajah, Rumput Manila, Rumput Peking, Rumput Swiss, Rumput Babat, Rumput Golf, Rumput Rap, dan…Rumput Gajah Mini.

Berbicara tentang Rumput Gajah Mini. Menurut Imas, ahli lanskap dari Nusa Indah Flora, Rumput Gajah Mini berasal dari Amerika dan pertumbuhannya melalui proses evolusi. Dalam arti, semakin lama bentuknya semakin mengecil.

Berhubung secara genetik sudah berukuran kecil, maka ditanam di mana pun rumput ini tidak akan berubah bentuknya. Berbeda dengan Rumput Gajah, yang daunnya lebih rapat. Sehingga, membutuhkan perawatan lebih. “Apalagi di musim hujan. Dalam waktu dua minggu saja, Rumput Gajah sudah tinggi dan harus dipangkas,” ujarnya.

Namun, jika ruang hidupnya terlalu padat, warna daun Rumput Gajah Mini akan menguning. Untuk itu, harus diremajakan setahun sekali. Artinya, tanaman ini harus dipangkas habis sampai ke batangnya agar nantinya muncul rumput baru dan hijau lagi.

Untuk membudidayakan Rumput Gajah Mini, dari tandur sampai panen membutuhkan waktu tiga bulan. “Sebenarnya, dalam waktu dua bulan juga sudah dapat dipanen. Tapi, kalau selanjutnya langsung ditanam di halaman, hasilnya kurang bagus,” ungkapnya.

Waktu tiga bulan panen itu, ia melanjutkan, sangat pas. Nantinya, tinggal ditanam di halaman dipastikan langsung jadi.

Untuk pemupukan, dilakukan 20 hari setelah ditanam dan menggunakan pupuk dasar. Sebulan kemudian atau setelah rumput menjalar, diberi pupuk lagi. “Sebaiknya, jangan dipupuk seminggu sebelum dipanen. Karena pupuknya belum sampai ke bawah dan masih tersimpan di daun. Hal ini, menyebabkan rumput kering,” ujarnya.

Saat musim hujan, rumput tidak perlu disirami. Tapi, di musim kemarau, siramlah dua kali sehari. Sebab, menurut Imas, Rumput Gajah Mini memiliki kemampuan tinggi dan tidak sensitif terhada patogen tanah. Meski terjadi perubahan cuaca, kondisi rumput tidak akan nge-drop.

Dapat ditanam di halaman sesempit apa pun

“Di musim hujan, Rumput Swiss bakal tumbuh tinggi. Tapi, jika ditanam di bawah pepohonan, rumput akan botak. Berbeda dengan Rumput Gajah Mini, yang lebih mampu bertahan. Hanya, di tempat yang dingin, pertumbuhannya tidak rapat dan cepat, tekstur daunnya menjadi lebih lebar, serta kualitas warna lebih hijau. Sedangkan di tempat yang panas, daun akan tumbuh lebih kecil,” jelasnya.

Rumput Swiss dan Rumput Manila, ia melanjutkan, dapat dihinggapi empat jenis hama. Sedangkan Rumput Gajah Mini hanya satu hama. “Hama itu pun tidak sampai mendominasi rumput. Karena, tekstur Rumput Gajah Mini ini jenis pegangan,” paparnya.

Hebatnya lagi, ia menambahkan, Rumput Gajah Mini tidak banyak ditumbuhi gulma. “Rumput ini bandel. Lantaran kemampuan hidupnya lebih tinggi, gulma menjadi kalah bersaing. Jadi, boleh dibilang, risikonya sangat sedikit,” ucapnya.

Dalam perawatannya, agar Rumput Gajah Mini tetap hijau dan segar, Imas menyarankan untuk memberinya pupuk sebulan sekali. Lalu, tanam kembali rumput itu rapat-rapat.

Untuk Rumput gajah Mini yang baru saja ditanam, biasanya akan stres. Sehingga, warna daunnya tidak kuat. Imas menyarankan agar terus menyiraminya. “Tiga minggu kemudian, warna hijaunya akan menguat, akarnya sudah tumbuh, dan sudah bisa diinjak-injak,” katanya.

Dari segi harga, setelah dipasang di halaman, Rumput Gajah Mini sedikit lebih mahal daripada rumput-rumput lain. Sekadar informasi, Nusa Indah Flora yang berlokasi di Jalan Sersan Bajuri, Lembang, mengambil Rumput Gajah Mini dari petani dengan harga Rp15 ribu‒Rp17 ribu per meter persegi

“Namun, jika diperhitungkan dengan perawatannya justru lebih murah. Dalam arti, tidak ada biaya pemangkasan yang harus dikeluarkan. Karena, Rumput Gajah Mini tidak tumbuh ke atas,” ucapnya.

Imas lebih suka melakukan peremajaan ketimbang pemangkasan. Menurutnya, sebulan setelah rumput ini ditanam, jarak antara daun yang satu dengan yang lain akan tumbuh jarang. Lalu, semakin bertambah bulan, jarak antardaun akan semakin rapat. Sehingga, tidak ada ruang lagi di antara rumput.

“Dengan peremajaan, rumput akan tumbuh semakin rapat dan menumpuk ke atas. Setiap daun yang tumbuh akan saling mendorong hingga bentuknya menjadi bagus. Berbeda dengan pemangkasan, justru bisa membagi ruang tadi,” pungkasnya. Dengan segala kelebihan itu, tidak mengherankan jika Rumput Gajah Mini banyak peminatnya.

Catatan:

  1. Penyiraman dan pemupukan rumput harus dilakukan teratur. Jangan sampai tidak disiram sama sekali.
  2. Cabuti gulma sejak dini. Jangan sampai gulma terlalu melebar.
  3. Rumput Gajah Mini tidak antiair dan antisinar matahari. Rumput ini bisa bertahan di musim hujan dan kemarau.
Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!