Permintaan Pasarnya Tinggi

Sawi Pakcoy

Sawi Pakcoy merupakan salah satu jenis sawi yang paling diminati masyarakat. Dengan kata lain, permintaan pasarnya terbilang tinggi. Imbasnya, prospek agrobisnisnya sangat cerah bagi para petaninya

e-preneur.co. Tahukah Anda, bila sawi merupakan sayur yang paling mudah dibudidayakan? Sebab, tanaman berdaun hijau ini, termasuk tahan terhadap air hujan, serta dapat dipanen sepanjang tahun atau tidak tergantung pada musim. Masa panennya pun pendek yakni cuma 40 hari setelah bibit sawi ditanam.

Di samping itu, sayur ini juga memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Terbukti, peminatnya terbilang banyak. Permintaan pasarnya juga stabil. Sehingga, risiko kerugian yang harus petani tanggung sangat kecil.

Beberapa jenis sawi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, antara lain Sawi Hijau, Sawi Putih, dan Sawi Pakcoy. Dari ketiganya, pakcoy (Latin: Brassica rapa, red.) yang paling banyak dibudidayakan oleh para petani.

Sebab, batang dan daunnya yang lebih lebar ketimbang Sawi Hijau, membuat sawi yang mempunyai nama lain bok choy ini lebih sering digunakan masyarakat dalam berbagai menu masakan. Imbasnya, permintaan pasarnya terbilang tinggi. Hal ini, tentu prospek bisnis yang cerah bagi para petaninya.

Pakcoy dapat dibudidayakan di daerah yang memiliki suhu 15°C‒30°C dan curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, serta ph tanah 6‒7. Dengan kata lain, sayur ini juga bisa dibudidayakan di dataran rendah.

Selain itu, tahapan membudidayakan Sawi Sendok, begitu nama lainnya, baik di dataran tingi maupun di dataran rendah juga tidak terlalu berbeda. Meliputi penyiapan benih, pengolahan lahan, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta proses pemeliharaan tanaman.

40 hari setelah bibit ditanam, sawi sudah dapat dipanen

Pertama, pemilihan benih/bibit. Karena bibit merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya pakcoy, maka pilihlah bibit yang terbaik. Ciri-cirnya yaitu berbentuk bulat, kecil, permukaan licin mengkilap dan agak keras, serta kulitnya berwarna cokelat kehitaman.

Agar kualitas bibit tidak menurun atau busuk sebelum ditanam, perhatikan lama penyimpanan, suhu, dan kadar air di tempat penyimpanan. Untuk itu, sebaiknya, bungkus bibit dengan kemasan aluminium foil supaya tidak rusak dan bisa tertutup rapat.

Kedua, pengolahan lahan. Siapkan media tanam berupa bedengan dengan ukuran 1 m², kemudian beri pupuk. Lalu, taburkan bibit ke seluruh media tanam, sesuai dengan luas lahan yang akan ditanami. Idealnya, 750 gr bibit untuk 1 ha lahan.

Selanjutnya, media tanam ditutupi tanah kembali. Lakukan penyiraman setiap hari. Setelah berumur tiga minggu, pindahkan pakcoy ke lahan tanam yang lebih besar dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm.

Ketiga, mempersiapkan bedengan. Untuk itu, buatlah bedengan dengan ukuran 100 m x 120 cm x 40 cm, sedangkan jarak antar bedengan yakni 30 cm. Lalu, buat parit yang diisi air setinggi 20 cm untuk persediaan air.

Keempat, pemeliharaan. Hal ini, meliputi penyiraman, penjarangan (mencabuti tanaman yang tumbuh terlalu rapat, red.), penyulaman (mengganti tanaman yang mati atau rusak, red.), pembersihan gulma, dan pemupukan tambahan.

Untuk penyiraman, dilakukan setiap hari, pagi atau sore. Selain itu, menjaga tanaman dari serangan ulat dan Karat Daun.

Terakhir, panen. Setelah berumur 40 hari, pakcoy sudah dapat dipanen yaitu dengan mencabut tanaman hingga akarnya. Pemanenan dapat dilakukan seminggu sekali, dengan mengatur waktu tanam antara bedengan yang satu dengan bedengan yang lain.

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!