Menikmati Makanan Para Dewa dengan Sensasi Horor

DBC Coklat & Spageti

Ingin merasakan sensasi menyantap cokelat sampai mati? DBC Coklat & Spageti mampu mewujudkan keinginan Anda, dengan menawarkan cake cokelat berbentuk mirip kuburan. Selain itu, Anda juga dapat merasakan konsep death yang mereka usung pada malam Jumat, Sabtu, dan Minggu

e-preneur.co. Bagi penggila makanan atau minuman berbahan baku cokelat, nama DBC (Death By Chocolate) & Spageti mungkin sudah tidak asing lagi. Lokasinya berada di tengah-tengah Jalan Ceremai, Bogor atau Jalan Bina Marga, Baranangsiang, Bogor.

Agak susah menyebut DBC itu sebenarnya rumah makan atau kafe. Sebab, bentuk bangunannya sebuah rumah tua, yang mirip rumah peristirahatan di zaman Belanda. Dinding rumah itu, didominasi oleh warna krem dan cokelat kehitaman.

Ketika masuk ke bagian depan ruangan, padu padan warna krem dan cokelat kehitaman masih menguasai setiap sudut tempat makan itu. Di sana, terdapat jendela-jendela berbentuk setengah lingkaran, serta meja dan kursi dari kayu.

Selain itu, juga terdapat batu kali yang telah dicat dengan warna hitam, yang digunakan sebagai penghias dinding. Sementara lampu minyaknya belum dinyalakan, ketika kami sampai di tempat itu di siang menjelang sore yang sepi dan basah.

Sesuai dengan namanya, makanan unggulannya tentu saja DBC dan spageti. DBC itu sendiri, sebenarnya nama cake yang mirip brownies. Bentuknya oval dan disajikan dengan alas kertas aluminium.

Terdiri dari tiga lapis di mana lapisan kedua berupa cokelat. “Lalu, di atas brownies, kami tempatkan cokelat hitam berbentuk batu nisan. Sehingga, penampilannya mirip dengan kuburan,” jelas Wakil Supervisor DBC & Spageti, yang tidak mau disebutkan namanya.

Sedangkan spageti, dalam hal ini spageti bakar, merupakan produk unggulan lain dari resto―begitu sang wakil supervisor menyebutnya―yang grand opening-nya 19 Agustus 2006 ini. Di samping itu, di sini juga tersedia frittata spageti bakar dengan berbagai macam rasa dan nasi hitam atau nasi yang dicampur dengan tinta cumi. Nasi hitam tersebut disajikan dengan cumi dan kerupuk udang.

Untuk minumannya, tersedia berbagai macam minuman hot dan cold. Seperti, griserri yang tersedia dalam pilihan rasa cokelat, orange, dan strawberry, atau hot by chocolate yang disajikan dengan kue pelengkapnya.

Namun, sebelum memesan, pramusaji akan menawari pengunjung mencicipi DBC yang berada di dapur. Tempat masak itu, terletak di sisi kiri resto milik Babby, Tintin, dan Susy ini.

Melalui jendela dengan relung berbentuk setengah lingkaran dan gelap gulita itu, secara mendadak akan muncul staf DBC yang mengenakan jubah dan capuchon (Spanyol: tudung kepala, red.) hitam, nyaris menutupi seluruh mukanya. “Adegan” ini mirip dengan film horor.

“Kami menamai ruangan ini ruang sensasi. Tujuan kami yaitu memberi efek mengejutkan atau mengagetkan para tamu,” ujarnya.

Suasana mengejutkan para tamu ini akan semakin terasa, ketika malam makin merayap ke pukul 20.00 di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. “Kami menguatkan konsep death tersebut, dengan mengutus tiga karyawan kami melakukan atraksi berkeliling di antara para tamu, dengan mengenakan jubah hitam,” lanjutnya.

Agar suasananya semakin “kena”, lampu-lampu dimatikan dan diganti dengan obor yang dinyalakan tepat di hadapan para tamu. “Pada saat yang sama, mereka akan menanyakan komentar para tamu tentang hidangan yang dipesan,” imbuhnya.

Perbedaan resto berkonsep take away dan dine in ini dengan tempat-tempat makan yang menonjolkan unsur cokelat, tidak sebatas itu saja. Menu-menu yang disajikan oleh resto yang kini berganti nama menjadi DBC Coklat & Spageti ini pun, murah atau terjangkau oleh siapa saja. Meski, pangsa pasarnya menengah ke atas dari anak muda hingga keluarga.

Harga terjangkau

“Kami menggunakan bahan-bahan yang masih segar dan tanpa zat pengawet. Masa hidup cokelat kami tujuh hari, sedangkan untuk produk Flower By Chocolate bisa bertahan hingga 10 hari,” pungkasnya.

Flower By Chocolate ini berisi stoberi, kacang tanah, dan kacang mete. Ditawarkan dalam bentuk buket, baik yang sudah mekar maupun yang masih berbentuk kuncup. Nah, selamat menikmati salah satu makanan para dewa ini.

Facebooktwittergoogle_plusmailFacebooktwittergoogle_plusmail
error: Content is protected !!