A password will be e-mailed to you.

Komando Militer Xinjiang Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) baru-baru ini menerima pengiriman sistem rudal pertahanan udara lapangan terbaru China dan sistem peluncur roket multipel kaliber 122 milimeter (mm).

Melansir media pemerintah China Global Times, Kamis (27/5/2021), rudal anti-pesawat dan artileri roket adalah set peralatan baru kelima dan keenam yang mulai beroperasi dengan pasukan dataran tinggi Komando Militer Xinjiang PLA pada bulan Mei tahun ini.

Mei menandai bulan sibuk pengiriman senjata untuk pasukan pertahanan perbatasan di China barat.

Analis pada Rabu (26/5) mengatatakan PLA mendemonstrasikan kemampuan menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial baik bagi komunitas internasional dan rakyat China.

Situs berita video js7tv.cn juga mengabarkan bahwa sebuah resimen yang berafiliasi dengan Komando Militer Xinjiang PLA dan ditempatkan di wilayah dataran tinggi bersalju di ketinggian lebih dari 4.500 meter menerima pengiriman rudal anti-pesawat jenis baru dan artileri roket jenis baru.

Lusinan sistem persenjataan dan peralatan berbasis kendaraan dapat dilihat dalam rekaman laporan yang diambil pada upacara commissioning.

Sistem rudal dan artileri roket telah diidentifikasi sebagai sistem rudal pertahanan udara lapangan HQ-17A dan sistem peluncur roket multipel self-propelled kaliber PHL-11 122mm, Passion News, outlet media di bawah k618.cn, sebuah portal berita dijalankan oleh Komite Sentral Liga Pemuda Komunis China, dilaporkan.

HQ-17A, yang memulai debutnya pada parade militer Hari Nasional di Beijing pada 2019, adalah sistem rudal pertahanan udara lapangan paling canggih di China, dan satu PHL-11 dapat membawa 40 roket dan memberikan daya tembak yang kuat, kata laporan media.

Bukan hanya itu, Passion News melaporkan banyak tentara pada upacara commissioning mengenakan kacamata penglihatan malam, menunjukkan kemampuan tempur malam mereka yang kuat.

Awal bulan ini, Komando Militer Xinjiang PLA menerima pengiriman kendaraan serbu lapis baja baru, sistem howitzer self-propelled kaliber 122mm baru, sistem peluncur roket jarak jauh baru dan mortir self-propelled baru, outlet media yang berafiliasi dengan PLA melaporkan.

Para analis mengatakan bahwa Komando Militer Xinjiang PLA sedang membentuk sistem pertempuran darat modern yang lengkap, yang sangat penting bagi pertempuran di dataran tinggi.

Kegiatan komisioning persenjataan terkonsentrasi juga telah menarik perhatian media India, yang telah mengaitkannya dengan situasi perbatasan China-India.

Sementara ketegangan perbatasan China-India umumnya mereda sejak tahun lalu, pelepasan sepenuhnya belum tercapai, dan tidak mengherankan bahwa media India menghubungkan perkembangan militer China dengan situasi perbatasan.

Qian Feng, direktur departemen penelitian di Institut Strategi Nasional di Universitas Tsinghua, kepada Global Times pada hari Rabu mengatakan commissioning senjata terkait adalah hasil alami dari perkembangan pertahanan nasional China yang normal dan masuk akal, karena China berkembang secara komprehensif.

Qian menekankan, semua kegiatan dilakukan di sisi China dari Garis Kontrol Aktual dan berada dalam hak kedaulatan China.

China menunjukkan transparansi dengan secara aktif dan terbuka melaporkan komisioning tersebut, dan menunjukkan kemampuan PLA dalam menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial baik untuk komunitas internasional maupun rakyat China, kata Qian. (Sumber)