A password will be e-mailed to you.

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sangatlah cocok ditanami kelapa sawit (baca: sawit). Hal ini, sekaligus juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Sebab, tidak banyak negara yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis sawit mulai dari perkebunan hingga pengolahan turunannya. Hal itu disampaikan Ferdie Y, Direktur PT Duta Palas Perkasa (DPP) yang fokus di bisnis perkebunan kelapa sawit dan pengolahan minyak sawit dalam komentarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, area perkebunan sawit di Indonesia tersebar di beberapa tempat. Salah satunya yakni di Pekanbaru, Riau. Melihat potensi yang demikian besar di provinsi itu, DPP menangkap peluang dengan mendirikan pabrik kilang sawit (PKS).

DPP sendiri adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2009. Saat ini, area usahanya berlokasi di Desa Kumango, Kecamatan Tambusai Barat, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Ferdie melakukan pembenahan perusahaan ini sejak ia duduk di pucuk manajemen perusahaan ini tahun pada tahun 2017.  Bukan hanya itu, Ferdie pun menjadikan DPP sebagai perusahaan yang siap memenuhi kebutuhan CPO (Crude Palm Oil) oleh pabrik-pabrik bio-diesel yang berlokasi di Provinsi Aceh. Sehingga, ke depannya, DPP akan menjadi salah satu pemasok CPO terbesar ke pabrik-pabrik tersebut.

Apalagi, lokasi di sekitar PKS milik DPP dikeliling oleh perkebunan-perkebunan sawit milik rakyat, dengan pasokan bahan baku yang melimpah. Sehingga keberadaan PKS milik DPP tersebut akan sangat membantu para petani.

Pembangunan PKS juga sesuai dengan tujuan business plan DPP yaitu untuk mengolah buah sawit (TBS = Tandan Buah Segar) menjadi minyak kelapa sawit, dengan lokasi Desa Dalu Dalu, Kabupaten Rohan Hulu, Provinsi Riau. Di sisi lain, keputusan melakukan investasi didasari pertimbangan untuk memanfaatkan comparative advantage dan competitive advantage yang dimiliki Indonesia di mana keuntungan-keuntungan itu memudahkan produk Indonesia bersaing di pasar global, di samping permintaan terhadap produk berbasis CPO (Crude Palm Oil) akan terus mengalami peningkatan sebagai produk substitusi dengan harga yang lebih murah.

Keuntungan lainnya yaitu tidak membutuhkan areal tanam yang luas dibandingkan produk sejenis. Selain itu, bisnis perkebunan sawit akan menyumbang karbon bagi lingkungan.

Kebijakan pemerintah juga mendorong perekonomian rakyat, dengan membatasi ekspansi perkebunan sawit oleh korporasi besar. Di samping itu, mendorong korporasi besar untuk menjalin kemitraan dengan para petani kecil (program inti plasma). Untuk itu, secara tidak langsung, dibutuhkan PKS.

Keberadaan DPP sangat diharapkan oleh para petani kecil tersebut. Sebab, selama ini, mayoritas PKS dimiliki oleh korporasi yang juga memiliki perkebunan sawit sendiri. Dengan kehadiran PKS milik DPP, maka para petani kecil itu memiliki alternatif dalam menjual hasil panen mereka dan memperoleh harga jual yang lebih berimbang.