A password will be e-mailed to you.

Di tengah meningkatnya konsumsi susu segar dalam Negeri, beriring peternak sapi perah lokal punya peluang besar untuk berkontribusi dengan meningkatkan produksi dan kualitas susu segar dalam Negeri.

Menariknya dari peluang, ini tidak hanya terbuka bagi peternak laki-laki, tapi juga bagi peternak perempuan yang selama ini hanya sebatas membantu pengelolaan peternakan sapi perah lokal.

Berpijak dari hal itu jua dan guna membangkitkan semangat serta bertujuan menggali potensi peternak perempuan, FrieslandCampina bersama afiliasinya di Indonesia PT Frisian Flag Indonesia (FFI), pada Minggu ke-4 bulan September 2021, mengumumkan dimulainya program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’.

Program indah menawan dan baik Women Empowerment in Dairy dengan nama ‘Kartini Peternak Indonesia’, merupakan inisiatif FFI di bawah Dairy Development Program (DDP), bekerjasama dengan mitra koperasi, selanjutnya siap menggelar serangkaian pelatihan intensif kepada peternak perempuan. Pelatihan, ini termasuk program-program pendampingan dan pemantauan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri, sekaligus meningkatkan kualitas dan taraf hidup para peternak perempuan di Tanah Air.

“Program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’ adalah program yang didesain berdasarkan pengamatan kami terhadap kebutuhan, potensi, dan peran peternak perempuan dalam upaya memenuhi kebutuhan susu segar dalam Negeri. Kami mengambil pelajaran terbaik dari FrieslandCampina yang telah melakukan pengelolaan peternakan sapi perah selama 150 tahun yang juga banyak dilakukan oleh peternak perempuan,” sambut Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro di acara pengumuman sekaligus peresmian program ‘Kartini Peternak Inonesia, Rabu, 22 September 2021, secara daring.

Andrew F. Saputro melengkapi keterangannya,”Dan, peternak perempuan Indonesia punya potensi yang sangat besar, karena perempuan Indonesia adalah sosok yang tangguh, Ibu yang pantang penyerah dan pekerja yang kuat. Perempuan Indonesia juga kreatif, pandai menciptakan peluang-peluang yang mendatangkan beragam masukan dan menghasilkan inovasi. Kami yakin peternak perempuan dapat menjadi mitra peternak laki-laki, yang dapat berkontribusi bagi peningkatan produksi dan kualitas susu segar.”

Para Pembicara

Pada acara daring yang dipadu oleh Cisca Becker, menghadirkan Asisten Deputi Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns dan Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Seluruh Indonesia (GKSI) Dedi Setiadi, dalam sambutannya, Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI drh. Makmun, M.Sc menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Frisian Flag Indonesia dalam pengimplementasian program ‘Kartini Peternak Indonesia’.

Cisca Becker

“Susu terbukti efektif dalam upaya pencegahan terjadinya stunting, dan salah satu sumber protein yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan masyarakat. Karenanya minum susu harus terus dilakukan,” kata Makmun.

Potensi pasar peternakan sapi perah saat, ini Makmun menambahkan, masih sangat besar, namun masih terbatas dari sisi ketersediaan bibit. Makmun pun mengajak masyarakat untuk mengembangkan pembibitan sapi perah karena ini menjadi ruang usaha yang punya potensi besar. Selain itu, saat ini 90% peternakan sapi perah dikelola oleh peternakan rakyat.

“Bersama kita harus mengupayakan kesejahteraan peternak. Saya berharap apa yang dilakukan oleh FFI dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak yang lebih merata.”

Senada dengan hal tersebut, Asisten Deputi Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FrieslandCampina melalui PT Frisian Flag Indonesia, yang telah menginisiasi program Kartini Peternak Indonesia.

Menurutnya program, ini membuka pembangunan gender yang pada hakikatnya adalah mewujudkan gender equality. Dan adalah program yang ‘responsif terhadap gender’, yakni memberikan akses partisipasi kontrol dan membuka kesempatan bagi peternak perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti peternak laki-laki.

“Peningkatkan jumlah peternak perempuan akan berkontribusi pada peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan. Pendapatan perempuan yang meningkat akan memperkecil kesenjangan kualitas hidup. Harapannya program ‘Kartini Peternak Indonesia’ dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan peternak sapi perah serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Selain itu, para Kartini Peternak Indonesia juga akan menghasilkan susu yang berkualitas. Itu juga akan berkontribusi kepada peningkatan gizi bagi Ibu hamil, bayi, dan menekan angka kematian Ibu, kematian bayi dan prevalensi stunting. Program ‘Kartini Peternak Indonesia’ punya potensi yang besar untuk berkontribusi pada peningkatan GDP Indonesia,”ujar Eni Widiyanti.

(Andriza Hamzah) Photo : FFI/PR Iris