A password will be e-mailed to you.

Secara global dampak COVID-19 berakibat krisis yang mengguncang Ekonomi dan masalah Kesehatan masyarakat secara global serta Dunia Pendidikan.

Menanggapi dampak pandemi beriring untuk membantu Negara-Negara mitra mengatasi masalah kesehatan dan dampak sosial ekonomi akibat pandemi, Uni Eropa, beserta Negara-Negara Anggotanya dan lembaga keuangan Eropa atau disebut juga dengan “Tim Eropa” memberikan paket bantuan sebesar €46 miliar antara April 2020 dan April 2021.

Hal itu juga yang disampaikan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, di acara dialog “Ambassador Talk”, berlangsung di penghujung bulan September 2021, lalu.

“Kemitraan Uni Eropa dengan Indonesia berfokus pada penyediaan bantuan yang tepat waktu dan komprehensif terhadap pandemi, dan memastikan proses pemulihan yang hijau dan inklusif. Untuk memastikannya, kemitraan kami di masa depan akan memprioritaskan pelindungan keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya, pengembangan urbanisasi dan infrastruktur yang berkelanjutan, serta pertukaran dalam penelitian dan Pendidikan Tinggi,” ujar Vincent Paket.

Acara “Ambassador Talk” yang dipandu oleh Indah Shahira, mengangkat tema ‘Pelajaran COVID-19 untuk Pemulihan Ekonomi dan Pendidikan Tinggi Masa Depan’ yang diselenggarakan Delegasi Uni Eropa berkerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia, terbuka untuk kalangan akademisi, mahasiswa dan khlayak umum, resmi dibuka oleh Rektor UNDANA, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, Msi., Ph.D.,”Kami berharap, kegiatan ”Ambassador Talk” hari, ini menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih erat antara UNDANA Kupang dan Nusa Tenggara Timur dengan Uni Eropa, dalam meningkatkan akses dan kualitas sektor Pendidikan Tinggi Indonesia.”

Tambahnya,”Kerja sama antara kedua pihak dapat mencakup pemberian beasiswa untuk pendidikan lanjutan bagi Dosen dan Mahasiswa, penelitian bersama, pertukaran Mahasiswa dan akademisi, pelatihan dan sebagainya. Program-program tersebut dapat difokuskan bagi pengembangan sumber daya lokal di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, bersamaan dengan upaya mitigasi tantangan yang timbul akibat perubahan iklim”.

Di bidang pendidikan tinggi, Eropa merupakan tujuan studi yang sangat populer bagi pelajar dan peneliti Indonesia. Lebih dari 4,000 siswa berangkat untuk belajar di Eropa setiap tahun. Sekitar 1.200 pelajar dan peneliti Indonesia menerima beasiswa Eropa: dari Negara Anggota Uni Eropa atau dari program Erasmus+ yang didanai oleh Uni Eropa setiap tahunnya.

Pandemi telah berdampak pada program beasiswa Erasmus+, di mana institusi Pendidikan Tinggi, Mahasiswa dan Dosen mengalami berbagai gangguan kegiatan dan mobilitas mereka. Namun, Uni Eropa telah menerapkan beberapa langkah pendukung untuk meminimalkan gangguan tersebut.

Sejak awal pandemi COVID-19, Uni Eropa juga telah mendukung kemitraan penelitian antara Uni Eropa dan Negara-Negara di seluruh Dunia. Tahun ini, 81 mahasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa Erasmus+ untuk melanjutkan studi S2, sementara 58 Mahasiswa dan Dosen memperoleh beasiswa pertukaran jangka pendek. Walau pun di tengah kondisi pandemi COVID-19, sebagian besar penerima beasiswa tetap bisa berangkat ke Eropa untuk memulai studi mereka di Universitas-Universitas di Eropa.

“Ambassador Talk” yang ditujukan untuk menghadirkan topik-topik khusus dan meningkatkan pemahaman tentang Uni Eropa, kebijakan serta prioritas Uni Eropa, akan berlangsung sepanjang tahun dengan melibatkan berbagai Universitas di seluruh Indonesia. Sebelumnya Ambassador Talks Uni Eropa diadakan di Universitas Indonesia, Depok, Universitas Muhammadiyah Pontianak. Acara Ambassador Talks selanjutnya akan diadakan di provinsi lain seperti Aceh dan Sulawesi Utara.

Atas kegiatan ‘Amabssador Talk”, ini Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam mengungkap.”Kegiatan hari ini telah menggeser perpektif saya tentang Indonesia, di mana karena pembatasan sosial, saya belum berkesempatan untuk bertemu dengan lebih banyak orang dan mengunjungi tempat-tempat luar biasa di Indonesia, termasuk Kupang. Saya sangat menghargai semua upaya yang telah dilakukan UNDANA dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk upaya dalam meneruskan kegiatan akademik bagi para mahasiswanya.”

Lanjutnya,“Misi diplomatik kami di masa pemulihan pasca Covid-19 ini menekankan pada transisi menuju ekonomi yang berkelanjutan, berkeadilan sosial, tangguh dan netral terhadap iklim. Transisi menuju digitalisasi dan Ekonomi yang hijau merupakan fokus dan prioritas utama Uni Eropa saat ini.”

(Andriza Hamzah) Photo : Ist