A password will be e-mailed to you.

Di Indonesia budaya Inggris dikenal luas di tahun 60an melalui kehadiran grup-grup band, di antaranya The Beatles dan The Rolling Stones yang memikat hingga digandrungi seantero Dunia.

Penggemar budaya Inggris di Indonesia terus berkembang baik mainstream mau pun anti-mainstream, tidak hanya datang dari musik, tapi juga dari bidang-bidang lainnya seperti fesyen, seni, otomotif, makanan, dan menikmati minuman.

Satu hal utama dalam budaya Inggris yang bisa ditarik menjadi pelajaran, yakni totalitas dalam berkarya dan bersikap. Yang memberikan inspirasi kepada komunitas di Indonesia untuk berpikir dan bersikap lebih lepas, lebih kreatif, dan lebih berani mengekspresikan diri dalam berkarya.

Pesona budaya Inggris inilah yang menginspirasi Bell’s untuk menandai kehadiran Britain’s Most Famous Scotch Whisky Bell’s di Indonesia, melalui gelar acara BritDay sebagai perayaan untuk keberanian dan persaudaraan.

Melalui gelar acara Britday, Bell’s, minuman yang dipasarkan oleh Diageo di Indonesia, mengundang komunitas yang mempercayai nilai-nilai yang sama untuk bergabung. Who has the Bell’s adalah ajakan kepada komunitas di Indonesia untuk berani mengekspresikan diri, berkreasi, dan mengejar ambisinya.
.
Ditemui di tengah persiapan perayaan BritDay, Senin, 4 Oktober 2021, Marketing Manager untuk Portofolio Wiski Diageo Indonesia, Dannies Hendrato menyampaikan rasa antusias dan optimisnya atas kehadiran Bell’s Scotch whisky sebagai anggota baru portfolio Diageo Indonesia, “Bell’s, Scotch whisky paling populer di Inggris, kehadirannya di Indonesia sudah ditunggu. Tentu karena keunggulannya diwarnai kelembutan dan rasanya yang begitu kaya menjadikan Bell’s versatile dan nikmat untuk dicampur sebagai minuman highball.”

Acara perayaan BritDay yang dipandu oleh Roy Ricardo, dihadiri blogger Alitt Susanto, penggemar otomotif yang penampilannya terinspirasi dari English gentleman style, dan Oomleo, seorang penggagas program karaoke yang terinspirasi dari musik Britpop yang disiarkan di radio streaming, diawali dengan penampilan musik dari The Sigit.

“Saya mengidolakan beberapa tokoh dari Inggris seperti David Beckham karena performa dan komitmennya di lapangan bola. Inggris. Budaya sepak bola Inggris juga mengajarkan tentang brotherhood, semangat persaudaraan yang menginspirasi untuk tumbuh dan menjadi besar bersama. Just like an old saying: if you wanna go fast, go alone. If you wanna go far, go together. Budaya pop Inggris juga memberikan referensi tentang menjadi seorang gentleman, yakni sikap dan penampilan yang berkelas dan selera yang timeless.” kata blogger dan penulis yang telah menerbitkan tiga buku, Alitt Susanto.

Tak kalah menarik dengan apa yang disampaikan oleh Oomleo dari komunitas Ruang Rupa. “Musik selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan karier dan beragam kegiatan yang selama ini saya kerjakan. Termasuk genre musik Britpop dari The Beatles hingga Morissey dan Oasis. Band-band tersebut memiliki orisinalitas “khas Inggris” dan memiliki keyakinan diri yang kuat untuk tampil sebagai diri mereka sendiri, dalam hal bermusik, berpakain, serta gaya hidup. Hal ini menginspirasi saya dan teman-teman untuk mendapatkan energi yang sama dalam keberanian berekspresi tanpa harus menghilangkan nilai dan karakter kami sebagai anak bangsa dalam ranah pergerakan subkultur,”

Perayaan BritDay diharapkan menularkan dan menyulut semangat persaudaraan ‘Afore Ye Go’ yang tak lekang waktu seperti tertera di setiap leher botol Bell’s.

Selain penampilan musik seru dan dialog antusias dengan komunitas, BritDay memperkenalkan perfect serve yakni Bell’s on the Rocks dan Bell’s and Cola. Di acara BritDay host juga akan mengundang pemirsa untuk mencoba sajian sempurna ini di rumah masing-masing dengan ramuan lain yang mereka sukai dan menikmati rasa versatile dari Bell’s.

Cita rasa Bell’s yang sempurna terbuat dari 40 wiski malt dan gandum yang berbeda untuk menciptakan kelembutan dan rasa yang kaya, ditujukan dan hanya boleh dikonsumsi oleh konsumen usia 21 ke atas dan pastikan Anda selalu menerapkan sikap minum yang bertanggungjawab.

(Andriza Hamzah & Natsha Syaini)
Photo : Iris PR