A password will be e-mailed to you.

Menarik tentu dari kegiatan kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket ke Samarinda, bertemu Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Isran Noor, serta KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) setempat, dan menghadirkan Ibu Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Ekonomi, Kementerian PPN/Bappenas.

Pertemuan antara Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dengn Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, menandai jalinan kerjasama yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia – Uni Eropa (IEU-CEPA) yang tengah dirundingkan. Serta untuk membahas peluang perdagangan dan investasi dengan para pemangku kepentingan di Provinsi tersebut.

Catatan, Kalimantan Timur adalah salah satu Provinsi terbesar di Indonesia dengan peluang investasi yang luas di sektor-sektor seperti minyak dan gas, industri pengolahan, konstruksi serta pertanian dan perikanan.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket mengatakan, “Uni Eropa mendukung upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. Investasi Asing saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan relatif kecil, sehingga menawarkan banyak ruang untuk tumbuh. CEPA UE-Indonesia akan membantu meningkatkan perdagangan dan investasi serta berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.”

“Selama lebih dari 30 tahun, Uni Eropa telah bermitra dengan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Tahun 2019, Uni Eropa meluncurkan program lima tahun ARISE+ Indonesia Trade Support Facility senilai €15 juta. Program ini memberikan dukungan teknis kepada Pemerintah Indonesia dan Perusahaan-Perusahaan untuk meningkatkan kapasitas ekspor dan untuk memenuhi aturan dan standar perdagangan Internasional,” ungkap Vincent Piket.

Kedatangan Delegasi Uni Eropa disambut Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor di Heart of Borneo Theater. ”Hubungan Indonesia dan Uni Eropa sejak dulu sangat erat dan saling membangun. Peluang investasi terbuka lebar bagi Uni Eropa. beberapa proyek potensial yang dapat didanai investor Asing antara lain: Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KIK) Malay Batuta Trans Kalimantan di Kabupaten Kutai Timur; Taman Industri Kariangau; Pengelolaan Sampah Kota Balikpapan; serta Proyek Jembatan Tol Balikpapan – Penajam Paser Utara,” ungkap Gubernur Isran Noor.

Selain itu Kalimantan Timur yang juga memiliki berbagai kelebihan seperti pertambangan dan penggalian, minyak dan gas, industri pengolahan, konstruksi, serta pertanian dan perikanan, Yang tentu, ini dapat menarik investasi Asing yang lebih besar di masa depan karena rencana Pemerintah untuk memindahkan ibukota Negara ke Provinsi tersebut.
.
Gubernur Isran Noor berharap melalui pertemuan ini dapat mendorong investor Eropa untuk berinvestasi di Kalimantan Timur. “Selain berinvestasi, kami juga ingin memperluas peluang untuk melakukan ekspor ke Eropa. Karena itu kami berharap para pelaku usaha dapat membuka wawasan bagaimana meningkatkan potensi ekspor perdagangan,” tambahnya.

Kian menarik dari pertemuan tersebut, juga menggelar diskusi panel yang membahas manfaat CEPA dalam meningkatkan hubungan ekonomi antara Negara-Negara anggota Uni Eropa dan Indonesia. Dengan menghadirkan panelis, antara lain : Marika Jakas, Kepala Bagian Perdagangan dan Ekonomi Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia – Ni Made Ayu Marthini, Direktur Bilateral/Negosiasi, Kementerian Perdagangan – Wahyuni Bahar, Ketua Komite Tetap Lembaga Multilateral dan Perjanjian Perdagangan Bebas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Gustaaf Reerink dari EuroCham.

Berlanjut diskusi sesi kedua membahas bagaimana CEPA akan meningkatkan kemitraan investasi dan perdagangan menghadirkan Thierry Beranger, Negosiator Investasi Komisi Eropa, Puguh Harjanto, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), perwakilan dari EuroCham dan Dayang Dona Farouk Ketua KADIN Kalimantan Timur.

Pada kesempatan ini, Delegasi Uni Eropa juga akan meninjau calon Ibukota Negara yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan bertemu dengan Bupati Abdul Gapur Mas,ud SE, ME untuk membahas potensi kerjasama. Sebelum pertemuan ke Kalimantan Timur, Uni Eropa telah menyelenggarakan kunjungan bisnis CEPA dengan Pemerintah provinsi Maluku, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Selatan.

(Andriza Hamzah)
Photo : Ist