A password will be e-mailed to you.

Wanita berkemampuan. Maka harus mampu  mengoptimalkan dirinya agar dapat berkontribusi lebih. Termasuk pada bidang yang masih kurang peran serta  wanita seperti STEM (Sains, Teknologi, Engineering dan Matematika).

Berangkat dari sanalah kiranya, Glow & Lovely yang memiliki misi untuk menginspirasi para wanita muda agar meraih cita-citanya (glowing future) dengan terus memberdayakan diri melalui pendidikan yang lebih tinggi,  di tahun ke-enamnya, kembai menggelar “Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2022”.

Adalah akses pendidikan tinggi kepada 60 wanita muda hampir dari seluruh wilayah Indonesia, serta menghadirkan program kelas pendampingan yang lebih intens guna melahirkan lulusan yang kompeten dan  siap bersaing.

Demikian penjelasan  Imelda Scherers, Senior Brand Manager Glow & Lovely, dalam acara webinar, selasa 15 februari 2022.

Lanjutnya,  di tahun, ini “Glow & Lovely Bintang Beasiswa” membuka kesempatan bagi 60 wanita muda Indonesia yang terkendala secara finansial untuk meneruskan pendidikan tinggi mereka guna mewujudkan impian mereka  utnuk tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang mandiri dan berdaya di berbagai bidang.

 Sejalan dengan semangat  #CerahkanPendidikanIndonesia, tahun ini cakupan wilayah pendaftaran diperluas menjangkau   hampir seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh ke Papua.

Kian menawan dari “Glow & Lovely Bintang Beasiswa”,  program  pendampingan akan hadir secara berkala  dengan materi  yang variatif dan uptodate selama empat tahun perkuliahan  untuk memaksimalkan pengembangan potensi  diri dan minta para penerima beasiswa agar memiliki bekal lengkap dan lebih siap menghadapi masa depan yang kian dinamis dan kompetitif.

Acara webinar dengan MC  Nindy, kian menawan dengan kehadiran Azizah Rigma Arum Pawestri, merupakan salah satu awardee Glow and Lovely Bintang Beasiswa Batch 1, berasal dari Yogyakarta, untuk berbagi kisah.

Wanita belia yang akrab disapa Rigma, ini kini telah berhasil menyelesaikan studi S1nya di Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada pada bulan Agustus 2021 dengan menyandang predikat cumlaude.

Diawali dari passionnya yang suka sketsa dan gambar dari mulai menggambar komik saat SMA, Rigma bertekad mengembangkan bakatnya dengan masuk kuliah jurusan Arsitektur. Latar belakang keluarga yang sederhana dan juga lingkungan di desa tidak membatasi mimpi dan cita-citanya. Semasa kuliah Rigma mencoba keluar dari zona nyamannya dan memanfaatkan waktu mudanya sebaik mungkin. Bahkan dari sana, Rigma tak henti mencetak prestasi.

Pada tahun 2018, Rigma menjadi Juara 3 Lettering on Cup Competition by Kedai Kolega yang diadakan di Yogyatorium. Kemudian di tahun 2019 dia beserta tiga orang temannya dipilih untuk mewakili Arsitektur UGM dalam sebuah workshop bertajuk Evolution dalam acara Kuala Lumpur Architecture Festival yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Di tahun yang sama Rigma menjuarai beberapa kompetisi antara lain Juara Favorit 2 (Nasional) Architecture Design Competition Alfa-X by Alfamart, top 10 (Nasional) Infest Booth Spatial Design Competition, dan 4th Place (Nasional) Green House Design Competition. Di tahun 2020 Rigma berhasil memperoleh juara 2 (Internasional) PAVE Student Design Competition in Collaboration with SketchUp, dan tahun 2021 menjadi Top 5 (Nasional) dalam 72 Hours Live Design Competition 2021.

Kompetisi Green House yang diadakan oleh Betzler Climate Architect Jerman menjadi hal yang cukup menarik baginya. Kompetisi ini merupakan sayembara untuk membuat desain rumah ramah lingkungan yang akan diterapkan di desa-desa di Indonesia.

Dalam kompetisi, ini desain-desain Pemenang diolah lagi dan digabungkan lalu direncanakan untuk diterapkan di sebuah desa di Purwakarta. Ia dan timnya turut andil dalam merealisasikan project besar ini. Di sana Ia bersama teman-teman finalis lain merenovasi beberapa rumah yang dipilih serta membuat tempat-tempat untuk menanam sayur dan buah di rumah agar rumah tersebut bisa memproduksi makanannya sendiri.

Di tengah berbagai kompetisi yang diikutinya, Ia juga masih aktif dalam organisasi dan kepanitiaan. Rigma tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Teknik Arsitektur UGM, sebagai anggota divisi media dan menjadi pemimpin redaksi majalah arsitektur yang bernama “Etude”.

Suka  duka dan tantangan di perkuliahan sudah ia lewati. Ia sangat bersyukur kini bisa menyelesaikan studi S1nya, namun sadar betul bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari. Ke depannya Rigma ingin mengembangkan skillnya bidang Arsitektur sustainable building agar bisa mendesain bangunan-bangunan yang ramah lingkungan.

Wanita yang kini  bekerja di JP Studio Interior & Architecture sebagai Architectural Designer, ini menyampaikan,”Bagi saya pendidikan  nilainya sangatlah penting. Pendidikan ibarat cahaya. Dengan berbekal pendidikan, kita dapat melihat Dunia di sekitar kita. Dan kita jadi tahu apa yang kita lakukan.”

 

[]Salsabila

Photo : Alchemy Communication