A password will be e-mailed to you.

Dalam upaya menuju wilayah Asia Tenggara tanpa Tuberkulosis (disingkat TB atau dikenal juga dengan sebutan TBC), Johnson & Johnson mengambil pendekatan holistik melalui peningkatan deteksi kasus, pelatihan profesional perawatan kesehatan untuk mengelola TBC dan TBC RO (disebut juga sebagai MDR TB / Multi Drug Resistant TB), dengan lebih baik.

TB adalah penyakit pernapasan yang merenggut 1,5 juta jiwa pada tahun 2020, lebih banyak dari penyakit menular lainnya sebelum munculnya COVID-19. Ini juga merupakan penyebab kematian ke-13 di seluruh Dunia. Insiden dan kematian akibat TB terus menurun selama beberapa tahun terakhir sebagai akibat dari kegiatan intensif oleh Negara-Negara dengan beban tinggi untuk menemukan pengobatan yang tepat.

Bertepatan dan dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2022, PT Johnson & Johnson Indonesia secara resmi mengumumkan dimulainya gerakan sosialisasi ‘Bersatu Melawan TBC(United Against TB) yang memberdayakan kaum muda sebagai generasi untuk turut mendukung upaya penanggulangan TBC di Indonesia.

Gerakan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, membantu meningkatkan deteksi dini, membuka akses perawatan kepada pasien yang tidak terdiagnosis dengan cara meningkatkan pemahaman generasi muda tentang penyakit ini, mendorong mereka untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat secara aktif, serta mengadvokasi orang-orang di sekitar mereka.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030, program ini juga merupakan bagian dari komitmen PT Johnson & Johnson Indonesia dalam mendukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menekan angka penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, terlebih pada masa pandemi saat ini.

Inisiatif pertama dari beberapa inisiatif di antaranya adalah dengan meluncurkan program gamifikasi TB Warrior (Pejuang TBC) berupa empat filter interaktif untuk Facebook dan Instagram,  dan situs web edukasi TBC yang menyediakan sumber daya dan informasi bagi kaum muda tentang TBC dengan cara yang menyenangkan dan menarik.

Dalam beberapa bulan mendatang, kaum muda di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dapat menantikan hadirnya permainan (game) berbasis-web yang diberi nama TB Warrior, serta hackathon.

Sosialisasi ini menyasar usia produktif, terutama generasi muda atau millennials usia 18-28 tahun yang berperan sebagai target sekaligus katalisator untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan seputar TBC. Jejaring sosial yang dimiliki dapat memberikan pengaruh yang luar biasa, sebagai katalis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengaktifkan partisipasi mereka sebagai agen perubahan dalam memerangi TBC.

Catatan indah dari  Johnson & Johnson Global Public Health, di tahun lalu, bersama dengan Program Tuberkulosis Nasional Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, sukses menyelenggarakan Forum Tuberkulosis Asia-Pasifik 2021 (Asia-Pacific Tuberculosis Forum 2021). Forum yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 30 November dan 7 Desember 2021 tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk mendorong kemajuan regional menuju penghentian Tuberkulosis (TBC) – yang, meski pun dapat dicegah dan diobati, tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di wilayah Asia-Pasifik.

Dengan tema ‘Bersatu Melawan TBC’ (United Against TB), forum virtual dalam dua hari tersebut dihadiri oleh hampir 500 peserta, termasuk para Pemimpin, pembuat kebijakan, LSM, dan Dokter dari seluruh wilayah Asia-Pasifik. Pembicara dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam berbagi praktik terbaik, pembelajaran, tantangan, dan rekomendasi lokal, dengan tujuan bersama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakhiri TBC pada tahun 2030.

“Dengan meluncurkan gerakan sosialisasi yang memberdayakan generasi muda untuk mengakhiri TBC, kami mengakui potensi generasi muda sebagai agen perubahan, di mana secara kolektif mereka adalah generasi yang mampu mengatasi masalah yang terkait dalam penanganan TBC, seperti kesenjangan, stigma dan diskriminasi. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah agar kaum muda benar-benar memahami penyakit TBC, dan dapat mengelola kesehatan mereka secara aktif, serta mengadvokasi orang-orang di sekitar mereka,” ujar Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia.

 Devy Yheanne menambahkan, “Gamifikasi memainkan peran besar sebagai bentuk pelibatan generasi muda dalam gerakan ini. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan efektivitasnya dalam mempengaruhi perilaku mencari kesehatan dan intervensi terkait kesejahteraan. Terlebih lagi, sebagian besar populasi online perkotaan di Asia Tenggara yang adalah gamer, sehingga gamifikasi menjadi pilihan yang tepat untuk mendorong kesadaran dan partisipasi aktif generasi ini.”

 

[]Anggita Dyah

Photo : Ist