Menyambut Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2022, dr. Anastina Tahjoo, MARS, CEO Mandala Hospital Group menyampaikan, Banten telah berhasil mencapai target vaksinasi Covid-19 tertinggi, yaitu 94 persen.

Hal ini disambut apresiasi oleh H. Andika Hazrumy, S.Sos., M.A.P., Wakil Gubernur Provinsi Banten, yang hadir di acara Pekan Imunisasi Sedunia 2022, berlangsung di Mandaya Hospital, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

“Saya mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, karena kita bisa mencapai target vaksinasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kita telah melakukan jemput bola ke daerah-daerah pelosok, sehingga bisa mencapai target vaksinasi Covid-19 tertinggi jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain,” ujarnya di acara Pekan Imuniasi .

PID sendiri merupakan inisiatif global yang diselenggarakan oleh Organisasi Dunia (WHO), yang diselenggarakan setiap minggu terakhir April, yaitu pada 24-30 April. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan penggunaan vaksin bagi upaya perlindungan masyarakat dari berbagai jenis penyakit.

Dalam kesempatan ini hadir perwakilan dari UNICEF Indonesia, Tubagus Arie Rukmantara selaku Chief of Java Field Office. Ia mengatakan, UNICEF juga mendukung penuh inisiatif Pemerintah Indonesia dan Pemprov Banten untuk menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Agustus tahun ini di Pulau Jawa dan luar Jawa yang dimulai Mei 2022,” tandas Bapak Tubagus Arie.

Sementara itu, PT Pfizer Indonesia pun turut memberi dukungannya.

“Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dan dorongan dalam upaya bersama menyehatkan dan memberikan perlindungan keluarga dalam melalui pandemi dengan imunisasi lengkap,” ujar Bambang Chriswanto, Policy & Public Affairs Director PT Pfizer Indonesia.

Imunisasi merupakan kegiatan pencegahan yang harus dilakukan, agar masyarakat terhindar dari penyakit. UNICEF sendiri berkomitmen membantu pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah untuk menyukseskan semua inisiatif imunisasi pada anak, mulai dari dukungan perencanaan yang matang (micro planning), peningkatan kapasitas (refresher training dan interpersonal communications skills), manajemen penyimpanan vaksin agar tetap berkualitas (cold chain management), advokasi, dan penggerakan masyarakat serta komunikasi publik, serta pendokumentasi praktik baik.

[]Dyah Anggita

Photo : Dok. PR Emerson/DA