A password will be e-mailed to you.

Makanan yang disajikan di Hari Raya biasanya bersifat tinggi kalori, tinggi kolesterol dan mengandung garam, gula, dan lemak tinggi. Diketahui, makanan berkolesterol tinggi bisa menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah, sehingga pembuluh darah mengeras, kaku, dan menyempit.

Hal ini dapat mengganggu aliran darah, jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras agar dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Tak pelak, hipertensi kerap menjadi alasan utama kunjungan ke fasilitas kesehatan pasca-Lebaran. Karena hipertensi merupakan ancaman serius bagi kesehatan yang dapat membahayakan organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal.

Catatan yang sangat perlu diketahui, menurut WHO, prevalensi hipertensi diperkirakan mencapai 1,28 miliar untuk rentang usia 30 sampai 79 tahun. Sementara di Indonesia, prevalensi hipertensi untuk wanita usia 30-79 tahun meningkat 12 persen dari 32,4 persen pada 1990 menjadi 44,5 persen pada 2019. Risiko hipertensi pada pria di kelompok usia sama juga meningkat dari 28,7 persen ke 35,9 persen.

Salah satu upaya untuk mengurangi hipertensi adalah dengan memeriksa tekanan darah secara berkala. Hal ini dikemukakan Direktur Omron Healthcare Indonesia,Tomoaki Watanabe di acara virtual Welcome Ngabuburit With Omron”, Rabu, 20 April 2022

Lanjutnya,”Kami menyarankan Anda untuk rutin memeriksa tekanan darah secara mandiri, khususnya pada saat Hari Raya, di saat Anda kesulitan untuk mengendalikan keinginan untuk menikmati makanan yang mengandung garam, gula, dan lemak yang tinggi.”

Tips Agar Kesehatan Tetap Terjjaga

Di acara yang sama, Spesialis Gizi Klinik, Dr. Juwalita Surapsari mengingatkan untuk menjaga asupan makanan di Hari Raya. Hal ini perlu dilakukan, agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya, termasuk hipertensi.

Dia menyarankan beberapa tips agar kesehatan tetap terjaga saat Hari Raya, yaitu:

  • Perbanyak asupan buah dan makanan berserat
  • Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti gorengan dan daging merah yang dimasak terlalu lama.
  • Pilih makanan dengan kandungan Omega-3 tinggi seperti ikan, telur, kacang kenari, dan biji chia
  • Jika tidak bisa dihindari, maka kurangi makanan berkolesterol tinggi dengan memakan hanya satu saja hidangan jenis ini, misalnya hanya makan opor ayam di hari pertama Lebaran, tanpa semur daging, dan rendang di satu hari yang sama
  • Makan dengan piring kecil, yang hanya memuat lebih sedikit makanan dibanding piring besar, sehingga porsi makanan yang kita makan tidak terlalu banyak. Piring kecil juga menimbulkan ilusi bahwa kita sudah memakan satu piring
  • Hindari atau kurangi makanan manis berkalori tinggi seperti aneka kue yang mengandung banyak gula, tepung dan mentega.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung serat larut seperti wortel, ubi, alpukat, brokoli, lobak, apel, dan kacang merah.

“Selain itu tak lupa berolahragalah secara teratur. Lakukan minimal 30 menit sehari, tiga sampai lima kali seminggu. Serta hentikan juga kebiasaan merokok dan monitor tekanan darah Anda secara teratur,” kata Dr. Juwalita Surapsari.

 Tentu tak kalah pentingnya untuk  mengatur asupan makanan. Menjaga tekanan darah tetap terkontrol adalah keharusan dan itu bisa dilakukan melalui monitoring tekanan darah secara berkala. Hal ini penting untuk dilakukan karena hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala tetapi bisa berakibat fatal, atau biasa disebut sebagai “the silent killer”. WHO menyebutkan bahwa sekitar 46 persen orang dewasa yang mengidap hipertensi tidak menyadari bahwa dirinya memiliki tekanan darah tinggi.

Memonitor tekanan darah secara berkala dapat membantu kita mengetahui kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah yang normal menunjukkan bahwa suplai darah yang berisi oksigen dan makanan ke seluruh organ tubuh terjaga dengan baik. Jika hasil pengukuran menunjukkan hal yang tidak normal, maka kita bisa berkonsultasi dengan Dokter. Dengan memanfaatkan catatan pengukuran tekanan darah yang dilakukan secara berkala, dokter akan lebih mudah dalam melakukan diagnosa sehingga penanganan yang dilakukan dapat lebih presisi.

“Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan secara mandiri menggunakan OMRON Blood Pressure Monitor yang sudah diakui dan dipercaya oleh Dokter-Dokter di Indonesia,”  kata Herry Hendrayadi, Marketing Manager OMRON Healthcare Indonesia.

Lanjutnya,”OMRON juga berinvestasi pada inovasi teknologi seperti InteliWrap Cuff dan Bluetooth Connection with aplikasi Omron Connect, sehingga setiap orang bisa memonitor tekanan darah secara mandiri dengan lebih nyaman dan menginformasikan kepada Dokter mereka secara real time untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan keputusan yang lebih baik,”

Di penghujung acara Tomoaki Watanabe menyampaikan, untuk mencegah dan terhindar  dari berbagai penyakit berbahaya, termasuk hipertensi, maka kita harus bijaksana dalam mengonsumsi makanan di Hari Raya Lebaran.

“Kami di OMRON juga menyarankan Anda untuk secara teratur melakukan pemeriksaan tekanan darah mandiri di rumah. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang tidak normal, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter dan dengan data monitoring yang sudah ada. Akan lebih mudah bagi dokter untuk melakukan diagnosa dan memberi penanganan yang lebih presisi.”

“Akhir kata, saya ingin mengucapkan, menjelang akhir bulan Ramadhan, ini ijinkan saya, atas nama Omron Healthcare Indonesia, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.”

 

[]Andriza Hamzah & Nayunda

Photo  Ist

 

Keterangan Photo (Utama) ki-ka atas :

Dr. Juwalita Surapsari – Herry Hendrayadi

 

(bawah)

Tomoaki Watanabe