A password will be e-mailed to you.

Tentu. Pentingnya  menjaga kesehatan lambung, Terlebih, saat bulan puasa, salah satu masalah  kesehatan  yang kerap    dialami banyak orang  ialah naik asam lambung atau sakit maag.

Penyakit maag saat puasa  terjadi karena perut  dalam keadaan kosong, tidak ada asupan makanan yang dicerna, hingga  stres yang berlebihan, Penyebab lainnya ialah konsumsi makanan yang kurang sehat, seperti makanan pesas, asam dan berlemak. Begitu juga jika terlalu banyak mengonsumsi kafein, minuman bersoda, dan — terlebih –alkhohol, ini rentan maag terganggu.

Adelia Theresia

Adelia Theresia

Dari gangguan maag, menimbulkan ketidaknyamanan, antara lain perut kembung dan terasa begah, bahkan kadang terasa sepeperti melilit, Selain itu, perut terasa perih, mual hingga nyeri ulu hati. Dari kondisi  tersebut, akan membuat orang yang mengalami berisiko  ibadah puasa menjadi terganggu,  dan juga bisa mungkin mengalami kendala dalam menjalani aktivitas kesaharian.

Tentu sangat  disayangkan, banyak orang tidak menyadari  bahwa dirinya menderita sakit maag, sebagai akibat dari beberapa hal tersebut.

Merujuk  Surey  Populix tahun 2011, seperti yang disampaikan Kustanto Pramono, General Manager Commercial Kalbe Consumer Health, di acara “Dari survey tersebut, dinyatakan bahwa  dua dari lima orang tidak menyadari dirinya terkena sakit maag,.”

Terkait hal itu, maka sangatlah perlu masyarakat  untuk  memahaminya.  Beriring perlunya edukasi dan pentingnya mengenai kesehatan  lambung.

Bertolak dari sana, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) brand market leader di kategori  obat sakit maag di Indonesia, melalui Brand PROMAG, bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan edukasi pentingnya menjaga kesehatan lambung. Beriring, Kalbe meluncurkan  alat atau tool digitalMaag Meter.

Menawan dari edukasi ini. Alat  (tool) berbasis digital Maag Meter yang diciptakan oleh PROMAG, diurai oleh Kustanto Pramon,   untuk mengecek kondisi lambung dengan mudah dan praktis. Pengguna cukup mengunjungi laman https://promag.id/maagmeter, lalu menjawab lima pertanyaan sesuai dengan kondisi kesehatan yang dialami, kemudian hasil deteksi kesehatan lambung bisa langsung diketahui saat itu juga.

Di acara peluncuran tool digitalMaag Meter, dengan pembawa acara Rara Tanjung,  turut  meresmikan Adelia Theresia, Category Senior Manager Digest & Skin, juga beroleh perhatian Pengurus Besar Ikatan Diokter Indonesia.

(ki-ka) : Pembawa Acara Rara Tanjung – Kustanto Pramono,  – Adelia Theresia

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) IDI dr. Ulul Albab, Sp.OG. menyampaikan,“Melalui tool maag meter ini akan lebih mudah mengedukasi seseorang mengetahui gejala yang dialami apakah merupkan sakit maag, GERD atau bukan, terutama jika mengalami gejala-gejala seperti perih, mual, kembung, dan nyeri ulu hati.”

Kian menawan, jika diperlukan konsultasi lebih lanjut, menurutnya, para Dokter dari IDI sudah siap dengan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis secara langsung ke masyarakat di beberapa kota di Indonesia, khususnya dalam rangkaian Ramadan ini.

 Maag meter pun akan mempermudah upaya mengedukasi masyarakat untuk mengetahui cara tepat menangani keluhan dari masing-masing gejala sakit maag. Maag Meter juga telah divalidasi oleh Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan dibuat relevan dengan anak muda, agar mereka lebih peduli dengan kesehatan lambung.

Di penghujung acara, Kustanto Pramono menyampaikan,”Harapannya, program ini dapat terus  berjalan di setiap tahunnya. Karena program, ini kami rasa sangat baik dan bisa memberikan  kontribusi  kepada  masyarakat Indonesia, secara luas.”

 

[]Andriza Hamzah

Photo : Ist